ALOHA

Blog ini merupakan coretan dari berbagai permasalahan baik tentang iman, pandangan hidup, kumpulan bahan perkuliahan, masalah kesehatan dan masalah-masalah lain dalam kehidupan manusia. Blog ini hanyalah sebuah media untuk sharing tentang berbagai hal.


“Sometimes the questions are complicated and the answers are simple.”(Dr. Seuss)

Selasa, 03 Agustus 2010

Tengeng Atau Nyeri Leher dan Solusinya

Salah posisi tidur sering dikaitkan dengan tengeng. Dalam bahasa medis, tengeng sering disebut tortikolis. Yang sering dilakukan untuk meredakannya adalah memijat daerah leher. Padahal tindakan tersebut malah memperluas peradangan.

Saat tidur dalam posisi salah, otot mengalami kontraksi atau pemendekan dalam waktu lama dan terus-menerus. Otot pun akan mengalami spasme. Spasme mungkin terjadi bila tidur tanpa berubah posisi kurang lebih selama dua jam.

Orang normal yang tidur miring secara otomatis akan mengubah posisi setiap sekitar dua jam. Tetapi jika orang itu kecapaian, pergerakan posisi bisa-bisa baru dilakukan setiap empat jam sekali. Kompensasi lainnya, saat bangun tidur orang akan menggeliat untuk meregangkan otot-otot.

Saat bangun dan merasakan sakit di leher, segera kompres dingin di tempat yang nyeri, Lama kompres kurang lebih sepuluh menit dengan suhu 15-25 derajat Celcius. Pada orang berusia lanjut, saat mengompres hendaknya leher dilapisi kain. Pengompressan akan mengurangi peradangan. Jangan dipijat, sebab pijatan malah memperluas peradangan.

Ada beberapa gerakan yang bisa dilakukan sebagai pertolongan pertama pada kepala tengeng. Yaitu, kepala ditundukkan hingga dagu menyentuh dada. Lalu, putar kepala ke arah yang berlawanan dengan rasa sakit. Kalau yang sakit otot leher kanan, setelah dagu menyentuh dada, kepala ditarik ke kiri. Kalau sisi kiri yang sakit, kepala ditarik ke kanan. Bisa juga kepala ditarik dengan kedua tangan. Saat kepala ditarik, taha kurang lebih selama sepuluh detik hingga tiga kali tarikan.

Setelah itu, penguatan otot leher. Sebaiknya lakukan di depan kaca agar tidak miring. Caranya, dua tangan ditempelkan ke dahi, lalu dorong ke dahi belakang. Pada saat bersamaan, dahi memberikan tahanan ke depan. Kemudian, kedua tangan memegang kepala bagian belakang, lalu dorong ke depan.

Sebaliknya, kepala memberi tahanan ke belakang. Dengan gerakan itu, otot leher akan terasa menegang sesaat. Gerakan lainnya, tangan kanan memegang tulang pelipis sambil ditekan. Bersamaan dengan itu, daerah wajah memberikan tahanan ke depan.

Tidak ada komentar: