ALOHA

Blog ini merupakan coretan dari berbagai permasalahan baik tentang iman, pandangan hidup, kumpulan bahan perkuliahan, masalah kesehatan dan masalah-masalah lain dalam kehidupan manusia. Blog ini hanyalah sebuah media untuk sharing tentang berbagai hal.


“Sometimes the questions are complicated and the answers are simple.”(Dr. Seuss)

Senin, 23 Agustus 2010

Mengalirkan air untuk membagikan hayat

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. Yohanes 12:24

Ayat Bacaan: Yoh. 12:24; 4:14; Why. 22:1

Air yang keluar dari rusuk-Nya melambangkan aspek penyaluran hayat dari kematian Kristus (Yoh. 12:24). Air adalah untuk penyaluran hayat (Yoh. 4:14, Why. 22:1). Kalau darah membentuk sebuah sumber untuk mencuci dosa-dosa, air menjadi sebuah sumber untuk diminum. Darah itu untuk membeli gereja, sedangkan air yang melambangkan hayat kekal itu untuk menghasilkan gereja. Aspek kedua dari kematian Tuhan ini adalah kematian yang membebaskan hayat, mengembangbiakkan hayat dan melipatgandakan hayat, juga adalah kematian yang melahirkan dan mereproduksi hayat.

Sewaktu Tuhan Yesus berkata bahwa Ia adalah sebutir biji gandum yang jatuh ke tanah; mati sehingga menghasilkan banyak butir biji gandum (Yoh. 12:24), Dia menunjukkan aspek penyaluran hayat dari kematian-Nya. Kematian dari sebutir biji gandum ini bukanlah untuk penebusan, melainkan mutlak untuk penyaluran hayat yang ada dalam gandum pertama kepada banyak butir biji gandum. Di pihak negatif, kematian Kristus menyingkirkan dosa-dosa kita, dan di pihak positif, menyalurkan hayat ilahi ke dalam kita.

Pada hari ini, begitu kita percaya kepada-Nya, dosa-dosa kita disingkirkan oleh kematian-Nya yang menebus dan hayat yang kekal disalurkan kepada kita oleh kematian-Nya yang menyalurkan hayat. Kematian yang menyalurkan hayat ini juga merupakan kematian yang membebaskan hayat, mengembang-biakkan hayat dan melipatgandakan hayat. Inilah kematian yang melahirkan dan mereproduksi hayat. Sebutir biji gandum, meski hayatnya terkurung dalam biji gandum itu namun ia penuh dengan kuasa kebangkitan.

Kematian Tuhan adalah kematian yang membebaskan hayat; bagi kita, itulah kematian yang menyalurkan hayat. Tidak hanya demikian, kematian-Nya juga mengembangbiakkan hayat, menyebabkan pelipatgandaan hayat. Kematian juga mereproduksi hayat, karena sebutir biji gandum telah direproduksi menjadi banyak butir biji gandum. Betapa perlunya kita terkesan oleh aspek-aspek yang ajaib dari kematian Kristus yang almuhit ini. Karena kematian-Nya yang almuhit inilah yang membawa kita berbagian dengan hayat kekal-Nya. Kini Dialah sumber kita yang sejati, kita adalah reproduksi hayat-Nya. Haleluya!

Sumber: Arus Hayat Yohanes

Tidak ada komentar: