ALOHA

Blog ini merupakan coretan dari berbagai permasalahan baik tentang iman, pandangan hidup, kumpulan bahan perkuliahan, masalah kesehatan dan masalah-masalah lain dalam kehidupan manusia. Blog ini hanyalah sebuah media untuk sharing tentang berbagai hal.


“Sometimes the questions are complicated and the answers are simple.”(Dr. Seuss)

Senin, 30 Agustus 2010

DIMENSI LAPISAN DAN LANGKAH-LANGKAH PERUBAHAN

A.DIMENSI LAPISAN

Sebelum melangkah untuk melakukan perubahan dalam usaha menyebenyeberangi kesenjangan sebagai suatu tindakan proaktif dalam menanggapi dampak lingkungan yang bergerak begitu cepat dan perubahan faktor internal dalam kesiapan untuk terus meremajakan suatu oraganisasi kedalam daur yang prima dalam arti organisasi yang fleksibel dan mudah dikontrol, maka diperlukan adanya pemahaman atas lapisan perubahan itu sendiri.

Lapisan perubahan adalah sasaran yang hendak dituju dari cara berpikir lama menuju berpikir baru seperti menyelesaikan masalah menjadi menghindari masalah. Sejalan dengan itu, maka pendekatannya dapat dilihat dari sudut hakekat segera atau sulit diselesaikan artinya dikelompokkan kedalam lapisan budaya, lapisan infrastruktur dan lapisan teknis; dilihat dari sudut intervensi kedalam perubahan artinya dikelompokkan kedalam tingkat korporate, tingkat bisnis unit, tingkat atar kelompok dan tingkat individu; dan dilihat dari sistem dalam pengelolaan organisasi artinya dikelompokkan kedalam sistem teknik, sistem sosial, sistem administrasi dan sistem strategis.

Apapun pendekatan yang dipilih dalam merumuskan rencana perubahan yang berencana dan sistematik pada umumnya dilakukan secara bertahap artinya membutuhkan waktu, oleh karena itu komitmen pimpinan puncak haruslah konsisten dalam melaksanakan rumusan-rumusan yang telah ditetapkan sejalan atas kapabilitas yang baru sebelum ditransfomasikan.

Dalam uraian-uraian selanjutnya akan dibahas berdasarkan pendekatan dilihat dari sudut hakekat segera atau sulitnya tahap-tahap dalam penyelesaian atas perubahan yang ditetapkan.

LAPISAN BUDAYA

Aspek perubahan budaya merupakan lapisan yang paling sulit untuk dilakukan perubahan karena menyangkut sikap dan perilaku manusia, apakah ia sebagai individu dan atau ia berada dalam kelompok.

Perubahan budaya akan menyangkut hal-hal yang terkait atas norma, nilai, wewenang dan ganjar. Kesulitan akan terletak kepada kebiasaan individu yang dalam perjalanan hidupnya sangat mengagungkan konsepsi materialistis, sehingga mereka terjebak dalam memanfaatkan otak dalam berpikir untuk melepaskan diri dari dari kebiasaan kiblat kepada manusia yang akan mendorongkannya untuk bersikap dan berperilaku kedalam pola berpikir yang tidak objektif.

Sebelum kita melangkah untuk merancang dan melaksanakan perubahan, perlu kita ungkapkan sebab-sebab utamanya, mengapa individu berpikir kiblat kepada manusia dan tidak berkiblat kepada prestasi :

1) Kekurangan tindakan berdampak memperkuat yang positip artinya sering kita lupakan bahwa setiap daya upaya yang dilakukan individu dan atau kelompok kurang diakui dan dihargai. Dalam situasi demikian, manusia cenderung untuk mencari pembaharuan untuk mendapatkan penghargaan yang mereka butuhkan.

2) Pengaruh tindakan berdampak membuat yang negatip artinya tindakan dapat berbentuk “prestasi dan atau dalih”. Tindakan dalih merupakan tindakan negatip yang mungkin dapat mengakibatkan pengaruh-pengaruh psikologis dan fisik yang tidak diharapkan.

3) Umpan dari kepuasaan yang meningkat artinya prospek dari kepuasan dapat juga mengakibatkan satu sistem untuk berubah, yang berdampak menjadi ketidak puasan karena ketidak mampuan dalam mewujudkan apa yang dinyatakan.

4) Pencarian satu balance yang lebih baik artinya memukul satu keseimbangan antara realita dengan potensialitas karena manusia selalu mencari dan mencari agar dapat menjadi apa saja yang mereka inginkan.

Bertolak dari pemahaman diatas, maka merancang dan melaksakan perubahan seperti budaya oraganisasi, kekuasaan politik, sistem keyakinan individu, dan sebagainya maka mengatur perubahan dalam pergerakan diperlukan mekanisme-mekanisme yang dapat menyuluh satu cara berbeda untuk memandang berbagai hal kedalam satu cara penyelidikan dan identifikasi untuk mendukung keberhasilan perubahan secara menyeluruh.

BUDAYA ORGANISASI,

Merupakan salah satu faktor penentu yang membentuk sikap dan perilaku manajemen dan oleh karena itu ia dapat dilihat dari dua sudut, pertama sesuatu yang kurang dapat dilihat karena budaya mencakup nilai, norma, wewenang dan ganjar, khususnya mengenai nilai yang dianut sangat sulit untuk dirumuskan, sedangkan kedua pada tingkat yang lebih terlihat, budaya menggambarkan pola atau gaya perilaku suatu organisasi, yang dapat menjadi pendorong untuk diikuti oleh mereka dalam kelompok. Jadi individu dan kelompok memiliki suatu sistem kebersamaan dalam memandang barang, dalam berkata-kata, dalam me-ngerjakan dan dalam merasakan.

KEKUASAAN POLITIK,

Merupakan salah satu faktor penentu dalam memainkan peran seorang pemimpin dalam berurusan dengan orang lain. Implementasi dari kekuasaan haruslah sejalan dengan tanggung jawab, wewenang, pengetahuan dan informasi, umpan balik pengakuan, kepercayaan, penghargaan, keberhasilan dan standard-standard profesional untuk mendukung agar kekuasaan politik yang dimiliki secara formal berlandaskan percaya diri dan kearifan.

SISTEM KEYAKINAN PARA INDIVIDU,

Merupakan faktor penentu yang ditunjukkan dalam bersikap dan berperilaku bahwa dengan suatu keyakinan sebagai model mental yang ditunjukkan olehnya pada setiap bertindak. Dengan keyakinan itu pula ia melaksanakan kerja dengan aturan yang ada sesuai dengan situasi, perlindungan, penting keuntungan jangka pendek, mengakui hak orang lain serta ide-die baru dalam pemecahan.

LAPISAN INFRASTRUKTUR

Aspek perubahan infrastruktur merupakan sesuatu yang mendekati sesuatu yang dapat dipredeksi kebutuhan atas perubahannya karena ia akan mempengaruhi atas pelaksanaan tindakan operasional.

Perubahan infrastruktur yang mempengaruhi sikap dan perilaku indvidu dan kelompok akan sangat menentukan keberhasilan operasional, haruslah sejalan dengan perubahan teknis / phisik yang direncanakan dan oleh karena itu diperlukan seperangkat keterampilan baru, dukungan manajerial, insentip yang cukup, dan umpan balik agar mereka tidak terjebak dengan cara lama yang akan berdampak iklim kerja yang tidak memuaskan.

Perubahan tersebut dapat mencakup perubahan-perubahan atas struktur penghargaan, sistem penilaian dan metoda manajemen.

Pada umumnya suatu organisasi hanya bertolak untuk meningkatkan motivasi berdasarkan pendekatan imbal jasa finasial, sedangkan kita pahami bahwa motivasi merupakan hal yang komplek dalam usaha meningkatkan kinerja.

STRUKTUR PENGHARGAAN,

Merupakan faktor sebagai bagian yang komplek untuk menggerakkan motivasi agar individu dan kelompok terangsang untuk mengembangkan kreatif dan imajinasi dalam memberikan konstribusi keberhasilan.

Dengan adanya pekerjaan yang menantang dan menarik serta dorongan struktur penghargaan yang jelas dapat menimbulkan peningkatan produktivitas (efisien, efektip dan mutu). Bentuk struktur penghargaan dapat informal dan formal.

SISTEM EVALUASI DAN PENILAIAN,

Merupakan langkah yang terkait dengan peningkatan perbaikan kinerja yang berkesinambungan bukan suatu kegiatan tahunan, sehingga termasuk kegiatan operasional yang dilakukan oleh pimpinan terhadap bawahannya. Penilaian haruslah dilakukan secara komperhesip artinya dapat dilihat dari pencapaian tujuan dan dari kompetensi.

METODE MANAJEMEN,

Mencakup hal-hal yang terkait atas aplikasi teknik dan praktek yang dipergunakan untuk mengawasi, mengembangkan dan dukungan kepada individu dan kelompok dalam semua kegiatan yang dilaksanakan sebagai proses dalam menjalankan usaha agar dapat diwujudkan prestasi yang lebih baik dari sebelumnya.

LAPISAN PHISIK DAN TEKNIS

Pada lapisan ini merupakan suatu tingkat yang lebih nyata dan mudah berubah, namun keberhasilan perubahan akan sangat ditentukan oleh keberhasilan dalam perubahan atas lapisan infrastruktur dan budaya organisasi.

Walaupun sesuatu yang nyata dan mudah untuk dilaksanakan perubahan, namun harus dilihat sesuatunya secara fokus, tanpa menaruh perhatian yang terarah dan mendalam dalam memandang faktor-faktor yang mempengaruhi dalam mengadaptasi akan berdampak kegagalam dalam melaksanakan perubahan itu sendiri. Usaha untuk memfokuskan dapat kita kelompokkan kedalam struktur proses, struktur teknologi dan struktur organisasi dalam melaksanakan perubahan.

STRUKTUR PROSES,

Dimaksudkan mengenai apa, bilamana dan bagaimana suatu pekerjaan untuk dilaksanakan. Oleh karena itu akan bergantung atas dukungan yang terkait dengan proses bisnis dan hasilnya itu sendiri serta kebijakan, praktek dan prosedur-prosedur yang ditetapkan. Selanjutnya proses itu dapat dikelompokkan kedalam aliran kerja, aliran informasi dan aliran waktu, yang kesmuanya memperlihatkan saling ketergantungannya satu sama lain.

STRUKTUR TEKNOLOGI,

Harus dilihat dari sudut penerapan dari pengetahuan-pengetahuan ilimiah atau pengetahuan yang teratur untuk tugas-tugas yang praktis. Akibatnya yang terpenting, paling tidak dari segi ekonomi. Dalam struktur ini terdiri dari komunikasi otomatis, jaringan kerja, sistem komputer yang dipergunakan untuk mendukung struktur proses, termasuk didalamnya data, aplikasi, komunikasi, dan segala sesuatu yang terkait dengan teknologi. Jadi pemanfaatan aplikasi dari teknologi haruslah dilihat dari sisi intergrasi kompeten dari teknologi dengan proses-proses kerja.

STRUKTUR ORGANISASI

Harus dipandang sebagai alat untuk menunjukkan siapa yang melaksanakan, mengelola dan bertanggungjawab atas setiap proses bisnis. Jadi organisasi mencakup hal-hal yang berkaitan dengan struktur pekerjaan, pelaporan dan hubungan kelompok kerja, pertanggungan jawaban, konten pekerjaan dan keterampilan / pengetahuan yang diperlukan. Kesemuanya akan terjadi kesenjangan bila proses dan struktur organisasi keluar dari garis yang telah ditetapkan.

B. MEREMAJAKAN PERUBAHAN

PENDAHULUAN

Meremajakan perubahan merupakan langkah untuk memperbaiki yang bermakna dengan mengubah artinya usaha mencapai kesempurnaan sama dengan sering melakukan perubahan.

Jadi ungkapan diatas sekaligus menunjukkan bahwa tidak ada yang permanen kecuali perubahan itu sendiri. Dengan demikian ungkapan tersebut menjadi daya dorong untuk memanfaatkan pikiran dalam melaksanakan, apa yang disebut dengan perubahan yang berlanjut.

Perubahan yang berlanjut menuntut suatu struktur yang fleksibel dan mudah dikontrol kecuali organisasi berbentuk cerobong karena sifat fungsional dan hierarkisnya akan sangat sulit untuk melakukannya.

Kita menyadari bahwa gelombang perubahan itu selalu ada dan bergerak dengan cepat dan multikomplek, menuntut kita bersikap proaktif dan berperilaku antisipatip untuk dapat menuntun kita berada di garis depan sebagai suatu langkah untuk tetap kita melaksanakan peremajaan perubahan artinya adanya tindakan perubahan yang berlanjut.

UMPAN BALIK

Umpan balik merupakan langkah awal dalam kita mengamati situasi dimana organisasi erat hubungannya dengan pelanggan dan lingkungan pesaingnya, oleh karena itu umpan balik perlu diciptakan suatu iklim dimana peran individu yang terdepan diberi kekuasaan dan wewenang untuk bertindak dalam struktur yang fleksibel dan mudah dikontrol dalam kerangka memuas-kan kepentingan stakeholders, khususnya pelanggan.

Umpan balik dari satu kegiatan perubahan berlanjut haruslah dimulai adanya peningkatan dan atribut individual yang memiliki kemampuan yang beroperasi dalam tim artinya memiliki kemampuan menguasai agar ia mampu memainkan peran sebagai tim dan melaksanakan sesuai dengan metodelogi dalam perubahan yang berlanjut.

Dengan demikian bahwa perbedaan pengetahuan, keterampilan, sikap dan penguasaan lapangan menuntut individu dalam kelompok saling belajar dan mengajar karena memiliki kemampuan untuk mendengar orang lain, menghapusan gagasan / ide dan praktek yang tidak dinginkan dan berkerja secara sistimatis.

Dengan penguasaan pengetahuan dari pengalaman diatas, maka umpan balik yang termasuk dalam kerangka kegiatan pemantauan sebagai proses akan memainkan peranan penting dalam tim untuk memberitahukan kebutuhan atas perubahan apa yang akan diinginkan.

PENYESUAIAN

Bertolak dari hasil pemantauan atas umpan balik, maka dibuatlah rencana sebagai langkah penyesuaian berdasarkan kebutuhan perubahan dan berusaha menghindari langkah-langkah hasil kompromi serta mampu melahirkan momentum dan iklim yang postip untuk suatu perubahan.

MEMPERBAHARUI

Bertolak dari rencana penyesuaian, maka dibuatlah langkah pelaksanaan dalam kerangka perubahan yang berkelanjutan sebagai kerangka dari proses perbaikan apa yang dinginkan.

Jadi perubahan bukan terjadi sekali saja, oleh karena itu diperlukan adanya keuletan yang dijanjikan artinya selalu siap akan adanya reaksi dan tantangan-tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan baik dari anggota tim yang merasa tidak puas maupun diluar anggota tim, namun dengan adanya keuletan dan keyakinan atas umpan balik dan penyesuaian yang diketahui apa yang diinginkan, maka perubahan berlanjut akan tumbuh dan tetap utuh sebagai metodelogi perubahan melalui suatu proses dari membuat rencana, melaksanakan, memantau, tingkatkan, sesuaikan atas kebutuhan apa yang diinginkan.


C.LANGKAH-LANGKAH PEMBAHARUAN


LANDASAN BERPIKIR YANG DIMOTORI OLEH CEO

1) CEO meyakini bahwa pembaharuan dengan perubahan berencana merupakan tuntutan dalam memasuki abad 21, sehingga diperlukan perhatian yang serius atas integrasi bisnis dan pengembangan manajemen kedalam tiga unsur yang saling terkait yaitu organisasi, waktu dan materi.

2) CEO meyakini dalam memasuki abad 21, ditandai akan paradigma atas tiga kunci keberhasilan yang disebut dengan antisipasi, inovasi dan keunggulan.

3) CEO meyakini bahwa hanya ada satu interpretasi tentang kebijaksanaan pintu terbuka bagi kepemimpinan manajer, pengikut dan karyawan untuk menumbuh kembangkan kreativitas bisnis (berpikir kreatif dalam berbisnis) untuk meniupkan angin perubahan berarti lawan dari pikiran yang tertutup.

4) CEO meyakini dapat membangun tim kepemimpinan yang positip, memperoleh komitmen untuk mencapai tujuan yang posotip, memperoleh komitmen untuk mencapai tujuan yang posotip, memiliki para pelaksana yang positip, meyakini orang untuk melakukan pekerjaan yang positip, membangun reputasi yang posotip, memperoleh hasil yang positip.

5) CEO meyakini untuk mengelola budaya perusahaan menjadi tanggung jawab bersama walaupun dalam kenyataan adannya keragaman budaya dilingkungan kerja.

6) CEO meyakini bahwa dalam melaksanakan pengembangan sumber daya manusia sebaiknya dimulai dari penilaian strategis terhadap kondisi yang ada:

Perubahan keahlian dan kompetensi apa yang diperlukan untuk memperbaiki kinerja setiap individu?

Apa kekurangan tertentu dalam kinerja yang perlu mendapatkan perhatian khusus?

Perubahan teknologi, proses produksi dan budaya perusahaan apa ayng sangat tergantung pada pengetahuan baru karyawan?

7) CEO meyakini bahwa masalah yang dihadapai dalam abad ke 21 lebih memfokuskan untuk merangsang lahirnya terobosan cara berpikir melalui integrasi strategi manajegen kedalam strategi perusahaan dalam menghada-pi tantangan masa depan untuk memaksimumkan peluang meraih kesuk-sesan.

LANGKAH- LANGKAH KEGIATAN

LANGKAH KESATU: MEMBANGUN KOMITMEN

DEFINISI

Komitmen adalah wujud KEBERSAMAAN dalam mengkomu-nikasikan suara hati kepada ORANG lain dalam MEMAHAMI yang berdasarkan INTELEGENSI agar dapat mengatualisasikan secara TASAMUH dengan sikap mental positip untuk bertindak secara ELEKTIS yang berdasarkan kemampuan NALAR yang dalam menghadapi perubahan.

WUJUD KOMITMEN

Komitmen lebih menekankan bukti tindakan bukan kata-kata.

Komitmen menginginkan iklim yang luwes tapi mudah mengontrol dalam memberikan saling hormat menghormati.

Komitmen tidak bisa dipaksakan oleh perusahaan.

Komitmen adannya kemauan pengorbanan pribadi.

Komitmen mengandung pemusatan dalam melakukan pekerjaan

Komitmen mengandung usaha orang untuk berusaha mengem-bangkan inisiatif dan bersedia memberikan pertanggung jawaban.

Komitmen membutuhkan keberanian dan mengandung resiko.

AKTIVITAS PERTAMA

Membangun kelompok kerja tim yang memiliki kompetensi sesuai dengan peran pelaku yang dapat diberikan dalam kerja tim melalui aktivitas:

Menyeleksi dan menetapkan pilihan dalam penerimaan anggota tim.

Menyelaraskan kebutuhan lingkungan kerja.

Membangun suatu kebersamaan dalam komitmen.

Membangun metedologi kolaborasi.

AKTIVITAS KEDUA

Membangun dan mempertahankan kelompok kerja tim yang tangguh dalam merubah pola pikir yang sesuai dengan kebutuh-an perubahan lingkungan:

Menyelesaikan proses pembentukan kelompok tim.

Menyelesaikan rincian tugas, tanggungjawab dan hubungan kolaboratif.

Menjabarkan komitmen menjadi harapan-harapan yang nyata.

Menjabarkan harapan-harapan kedalam tindakan.

LANGKAH KEDUA: MERUMUSKAN VISI DAN PRINSIP-PRINSIP PENUNTUN

DEFINISI

Visi adalah suatu pernyataan yang akan memandu organisasi dalam memberikan perhatian untuk memenuhi kepentingan stakeholder melalui artikulasi citra, nilai dan arah untuk memenuhi harapan masa depan sesuai dengan tuntutan perubahan zaman.

Nilai adalah menyatakan keyakinan-keyakinan dasar bahwa “suatu modus (cara) perilaku atau keadaan akhir dari ekstensi yang khas lebih dapat disukai secara pribadi atau social dari pada suatu modus perilaku atau keadaan akhir ekstensi yang berlawanan atau kebalikannya”. Nilai mengandung suatu unsure pertimbangan dalam arti nilai mengembangagasan-gagasan seorang individu mengenai apa yang benar, baik atau diinginkan.

Arahan adalah suatu peryataan-pernyataan dengan misi, tujuan, sasaran, strategi dan kebijaksanaan.

Prinsip-prinsip mengandung arti sebagai suatu azas-azas yang dapat diterima baik oleh organisasi maupun individu sebagai petunjuk atau arahan.

AKTIVITAS PERTAMA

Membangun kapabilitas anggota tim:

Menyamakan persepsi CEO dengan ANGGOTA TIM mengenai pembaha-ruan.

Melatih tim dalam mempergunakan teknik-teknik manajemen.

Menyiapkan rancangan awal pembaharuan oleh TIM.

Membahas dan pengesyahan oleh CEO rencana perubahan menyeluruh.

AKTIVITAS KEDUA

Membangun VISI, CITRA, NILAI, MISI, TUJUAN, SASAR-AN, STRATEGI, KEBIJAKSANAAN:

Mengidentifikasi kompetensi utama organisasi.

Mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal

Merumuskan keputusan-keputusan manajemen strategic.

AKTIVITAS KETIGA

Membangun prinsip-prinsip dasar:

Merumuskan proses mekanisme pelayanan.

Merumuskan proses pengelolaan sumber daya manusia dan kolaborasi.

Merumuskan proses pemanfaatan teknologi informasi.

LANGKAH KETIGA: MERANCANG PERUBAHAN

DEFINISI

Merancang perubahan adalah merencanakan perubahan yang akan dilaksanakan secara berencana dan dilaksanakan secara sistematik yang berkaitan dengan dimensi rekayasa bisnis, meliputi apa yang disebut pada PHYSICAL TECHNICAL LAYER (struktur proses, struktur teknologi, struktur organisasi), INFRASTRUCTURE LAYER (struktur reward, system manajemen, metoda manajemen), VALUE LAYER (budaya organisasi, kekuasaan politik, system keyakinan individu).

WUJUD PERUBAHAN

Mengembangkan cara mengadopsi yang sedang berjalan baik.

Menyempurnakan dan melaksanakan praktek yang terbaik.

Menciptakan proses yang baru.

AKTIVITAS PERTAMA

Mengidentivikasi proses-proses bisnis yang sedang berjalan:

Menentukan prosees-proses bisnis yang kritis.

Mengukur proses-proses yang kritis.

Proses performansi dasar.

Identifikasi peluang-peluang dan proses-proses yang akan direkayasa.

AKTIVITAS KEDUA

Membangun lingkup proyek pemetaan proses meliputi aktivitas ayng akan dilakukan, bagaimana aktivitas itu dilakukan, bagaimana aktivitas itu akan dilakukan, bagaimana aliran kerjannya, berapa banyak waktu dihabiskan selama dan antara beragam aktivitas tersebut, bidang-bidang mana dari organisasi yang akan bertanggung jawab atas beragam aktivitas tersebut, bagaimana teknologi informasi akan digunakan.

Pemetaan aktivitas perusahaan.

Pemetaan aktivitas inti yang penting mencakup aktivitas operasional.

Pemetaan aktivitas inti yang utama.

Pemetaan aktivitas proses yang mendasar.

AKTIVITAS KETIGA

Memetakan dan menganalisa proses-proses :

Menggambarkan proses kedalam suatu flowchart.

Menggambarkan proses kedalam flow diagram yang terintegrasi

Menyelesaikan kertas kerja pemetaan proses.

Menyelesaikan analisis hambatan proses.

Menyelesaikan analisis factor budaya.

AKTIVITAS KEEMPAT

Menciptakan proses sesuai dengan tuntutan perubahan dan menguji proses yang dirancang :

Menggambarkan proses-proses ayng ideal secara tertulis.

Membandingkan proses yang ideal dengan proses yang sedang berjalan.

Menilai penyimpangan.

Menyempurnakan proses yang dirancang.

Mendapatkan pengesyahan dari stakeholders

LANGKAH KEEMPAT: MENTRANSFORMASIKAN

DEFINISI
Mentranformasikan adalah kesungguhan untuk melaksanakan perubahan dengan interverensi dengan kemampuan sumberdaya manusia internal dengan tugas yang beresiko dan komplek atas dasar komitmen yang kuat bagi semua pihak yang terkait.

WUJUD TRANSFORMASI

Kedalam kegiatan yang berkaitan dengan ENTERPRISE level

Kedalam kegiatan yang berkaitan dengan OPERATION level

Kedalam kegiatan yang berkaitan dengan BUSINESS level

AKTIVITAS PERTAMA

Membangun suatu struktur yang fleksibel dan mudah dikontrol melalui bentuk yang ramping, lebih datar dan lebih gesit dengan memperhatikan bahwa manusia akan terus belajar, mampu mengambil keputusan senditi dan keandalan:

Merancang organisasi sesuai dengan kebutuhan perubahan.

Mengandakan penilaian secara menyeluruh atas aktivitas organisasi.

Melaksanakan transformasi dengan kesiapan sumberdaya manusia yang siap melaksanakan perubahan.

AKTIVITAS KEDUA

Agar transformasi berjalan lancar untuk dapat mendukung organisasi yang effektif diperlukan penyesuaian atasmetode, system dan prosedur yang effesien dan effektif.

Metode, system dan prosedur baru yang akan diterapkan mampu memotivasi karyawan dalam menjalankan perannya.

Metode, system dan prosedur yang akan diterapkan sejalan dengan teknologi informasi.

AKTIVITAS KETIGA

Agar tranformasi dapat mengimplementasikan proses sesuai dengan yang dirancang untuk mewujudkan tingkat performasi, produktivitas, akuntabili-tas dan kepemimpinan kolaborasi masa depan lebih baik dari masa kini diperlukan pengelolaan perubahan dan kecepatan perubahan.

Mengefektifkan komunikasi CEO dan STAFF.

Melaksanakan pendidikan dan pelatihan yang konsisten.

Meningkatkan budaya kreativitas menjadi inovasi dan komit-men untuk berubah.

LANGKAH KELIMA: MEMANTAU PERUBAHAN YANG DIRENCANAKAN

DEFINISI

Memantau perubahan adalah melaksanakan evaluasi apakah pelaksanaan perubahan yang direncanakan telah memenuhi harapan dan terus ditingkatkan dan dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan yang digerakkan secara terus menerus dalam usaha mencari visi dan misi yang telah digariskan.

AKTIVITAS KESATU

Menyempurnakan proses yang dirancang setelah diimplementasikan.

Menyempurnakan dari hasil kajian.

Menyelaraskan dengan visi dan misi yang digariskan.

AKTIVITAS KEDUA

Perbaikan menyeluruh dalam rangka meraih peluang organisasi

Mengevaluasi diri dalam kesempatann untuk perbaikan.

Evaluasi bertitik tolak peningkatan performansi, produktivitas, akuntabilit-as dan kepemimpinan kolaborasi.

Melaksanakan perbaikan yang meliputi praktek manajemen, effektivitas organisasi dan pemberdayaan sumber daya.

AKTIVITAS KETIGA

Perbaikan rencana jangka panjang sesuai dengan dasar perencanaan dan mentransfer pembelanjaran yang didapat:

Menyelaraskan rencana jangka pendek terhadap jangka panjang.

Menumbuhkan komitmen untuk mentransfer dari hasil pemelajaran kedalam internal organisasi.

Memberikan informasi dari hasil pemelajaran kepada pelanggan, pemasok, mitra bisnis dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.

Memancing masukan sehubungan denga pertukaran infromasi menuju ke sinergi kesempurnaan operasi yang lebih besar dan keunggulan kompetitip yang lebih baik.

Tidak ada komentar: