ALOHA

Blog ini merupakan coretan dari berbagai permasalahan baik tentang iman, pandangan hidup, kumpulan bahan perkuliahan, masalah kesehatan dan masalah-masalah lain dalam kehidupan manusia. Blog ini hanyalah sebuah media untuk sharing tentang berbagai hal.


“Sometimes the questions are complicated and the answers are simple.”(Dr. Seuss)

Selasa, 16 November 2010

Hubungan Media (Media Relation)

Media relations merupakan bagian dari Public Relations eksternal yang membina dan mengembangkan hubungan baik dengan media massa sebagai sarana komunikasi antara organisasi dengan publik untuk mencapai tujuan organisasi. Perusahaan menggunakan media massa sebagai medium untuk menyampaiakan pesan dan pencintraan kepada publik. Hubungan Media (media relation) melibatkan berbagai media untuk tujuan menginformasikan kepada publik, kebijakan dan praktek misi organisasi secara positif, konsisten dan kredibel. Biasanya, ini berarti koordinasi langsung dengan orang-orang yang bertanggung jawab untuk memproduksi berita dan fitur di media massa.

Tujuan hubungan media adalah untuk memaksimalkan cakupan positif di media tanpa membayar untuk itu secara langsung melalui iklan. Banyak orang menggunakan istilah public relations dan media relations bergantian. Hubungan media mengacu pada hubungan bahwa sebuah perusahaan atau organisasi mengembangkan dengan wartawan, sedangkan hubungan masyarakat yang melampaui hubungan media kepada publik.

Contoh Kasus:


Zat Pengawet dalam Minuman Mizone

Pada tahun 2006 terdapat isu tentang adanya zat pengawet dalam produk minuman suplemen Mizone produksi Aqua yang dapat menyebabkan penyakit lupus. Berita ni menyebabkan keresahaan di masyarakat. Menyikapi isu yang berkembang dimasyarakat tersebut maka Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengadakan pertemuan dengan Komite Masyarakat Anti Bahan Pengawet (Kombet) untuk membahas mengenai minuman yang diduga mengandung bahan minuman yang memiliki komposisi yang tidak sesuai dengan bahan yang telah didaftarkan ke BPOM itu sendiri dan dianggap berbahaya bagi kesehatan masyarakat jika dikonsumsi secara terus menerus. Menurut pihak Kombet beberapa jenis minuman telah melanggar ketentuan pelabelan serta pencantuman kandungan bahan pengawet Natrium Benzoat dan Kalium Sorbat. Oleh karena itu untuk menindaklanjuti hal ini, pihak BPOM mengadakan uji tes akan bahan kandungan dalam produk minuman. Uji tes telah dilakukan pada sembilan jenis minuman dari beberapa kategori seperti minuman isotonik (pengganti cairan tubuh), jus, teh/kopi, dan tasted beverage berpengawet. Produk minuman yang dimaksud salah satunya adalah Mizone, Dari sembilan produk di atas, hanya lima produk yang akan dilakukan penarikan dari pasar, penggantian label, atau pemusnahan. Sedangkan keempat lainnya tidak ditindaklanjuti karena tidak terdaftar dalam database BPOM.
Berikut ini akan lebih dibahas secara rinci mengenai minuman Mizone. Seperti yang kita ketahui minuman Mizone mengalami suatu kasus yang menyebabkan produk tersebut ditarik dari pasaran karena diduga mengandung bahan pengawet yang berbahaya beberapa pihak. Kasus yang terjadi adalah karena perusahaan hanya mencantumkan satu dari dua bahan pengawet yang digunakan dalam produknya. Menurut pernyataan dari pihak BPOM yang menyebabkan produk minuman tersebut melanggar ketentuan perlabelan. Sebab, komposisi bahan kandungan yang tertera di label produk tidak sesuai dengan yang disebutkan saat mengajukan izin peredaran. Dalam label hanya dicantumkan bahan pengawet Kalium Sorbat. Padahal Mizone juga menggunakan bahan pengawet Natrium Benzoat yang menurut beberapa pihak bahan tersebut dapat menyebabkan penyakit lupus. Sedangkan sebanyak 64,8 persen masyarakat itu sendiri tidak tahu jenis bahan pengawet seperti natrium benzoat.

Dari hasil penelitian BPOM tersebut menunjuukkan bahwa minuman isotonik Mizone tidak mennyebabkan penyakit lupus seperti yang telah beredar di masyarakat.
Dalam menindaklanjuti kasus ini, pihak BPOM meminta produk Mizone ditarik dari pasaran dan labelnya pun harus diganti untuk merubah image buruk yang sudah terbentuk dalam benak masyarakat luas. Dengan demikian pihak Aqua sebagai produsen mizone menarik kembali produk-produk yang telah beredar di pasar dan memperbaiki pelabelan yang sudah ada pada tahun 2008. Dari pihak perusahaan terdapat usaha-usaha untuk memperbaiki produk yang dimilikinya, tetapi mereka punya problem selanjutnya yaitu menjelaskan kepada publik bahwa rumor yang berkembang tersebut tidaklah benar. Maka pihak Aqua menggunakan media untuk meluruskan berita yang berkembang di masyarakat. Maka pada tanggal 14 Maret 2009 mengadakan press release dengan mengundang media cetak ternama seperti Kompas, Media Indonesia, The Jakarta Post, Seputar Indonesia dll serta mengundang para pakar seperti anggota BPOM dll. Setelah press release tersebut pihak Mizone kembali dengan gencar mangadakan sosialisasi produk Mizone baru dengan mengadakan kunjungan ke sekolah-sekolah, mengadakan tantangan-tantangan dll dan hasilnya Mizone kembali dapat merebut pangsa pasar yang mulai menurun.
Dari kaus Mizone ini sangat jelas sekali bagaiamana media sangat berperan sebagai penghubung kepada publik dalam menciptakan, membangun maupun memeilhara citra perusahaan. Untuk menciptkanan, membangun dan memlihara citra perusahaan tidak dapat tidak melibatkan media penghubung.

Tidak ada komentar: