ALOHA

Blog ini berisi tentang warna-warni kehidupan yang mencakup semua aspek hidup manusia seperti iman, realitas hidup, sains, masalah-masalah sosial dan sastra.

Kamis, 18 November 2010

ETNOMETODOLOGI

Etnometodologi adalah tren sosiologis yang muncul pada tahun enam puluhan melalui karya Harold Garfinkel. Muncul sebagai oase dengan berdasarkan ide-ide dari struktural-fungsionalisme dari Talcott Parsons yang menurut Garfinkel, aktor dianggap sebagai sebuah 'budaya idiot' bahwa hanya 'bertindak' sesuai dengan peraturan yang diberlakukan.

Etnometodologi didasarkan pada asumsi bahwa semua manusia memiliki rasa praktis yang dapat digunakan untuk menyelaraskan standar mereka sesuai dengan rasionalitas praktis yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam istilah sederhana, ini adalah perspektif sosiologis yang memperhitungkan metode yang digunakan manusia dalam kehidupan sehari-hari mereka untuk bangun, pergi bekerja, membuat keputusan, terlibat dalam percakapan dengan orang lain.

Etnometodologi menitikberatkan bagaimana pendukung budaya memandang, menjelaskan, dan menggambarkan tata hidup mereka sendiri. Penelitian diarahkan untuk mengungkap bagaimana seorang individu maupun kelompok memahami kehidupannya. Subjek penelitian tak harus masyarakat terasing, melainkan masyarakat yang ada di sekitar kita. Bagaimana orang atau suatu kelompok memandang budayanya, menerangkan, dan menguraikan keteraturan dunia tempat mereka hidup. Dengan kata lain, etnometodologi lebih banyak untuk mengung­kap budaya dalam konteks interaksi sosial. Dalam hal ini, bahasa sebagai medium interaksi pun perlu diperhatikan sungguh-sungguh. Tiap-tiap pemilik budaya biasanya memiliki bahasa khas sebagai medium interaksi sosial. Sehubungan dengan itu, realita menjadi suatu hal yang sangat penting bagi model ini.

Juga, tidak seperti fungsionalisme-struktural Parsons, tindakan manusia berada di garis depan, meninggalkan aturan, hukum dan lain-lain dalam hitungan detik, yang mengarah ke tindakan manusia bertanggung jawab untuk mengubah undang-undang sesuai dengan konteks di mana mereka tinggal, yaitu, 'orang pemain aktif dan produsen masyarakat mana mereka berasal' (Rosana Guber 2001).

Inilah sebabnya mengapa telah dianggap sebagai teori mikro, dan bahkan diberi teori radikal individualisme ekstrim, penggunaan etnografi dan kurangnya sebuah teori untuk menjelaskan bagaimana fenomena struktural muncul dalam masyarakat.

Studi etnometodologi merupakan metode interpretif dan teratur begitu menarik dengan penggunaan metode seperti wawancara, pencatatan dan catatan etnografis, dan beberapa inovasi yang melibatkan interaksi antara peneliti dengan kelompok-kelompok sosial tertentu.

Etnometodologi. Dalam hal ini ada buku bagus berjudul “You Just Don’t Understand”. Hasil dari sebuah penelitian disertasi yang kemudian diterjemahkan dengan judul “Anda Tidak Akan Pernah Paham”. Etnometodologi ini dibagi menjadi beberapa diantaranya:

1.conversational analysis.
Analisis percakapan. Bisa mengambil contoh tentang Studi percakapan melalui telepon. Ada sesuatu yang sangat menarik.
Contoh percakapan artalita suryani, atau si ceddy cantuk rani yuliani dengan antasari azhar. Yang berhasil dari teknik sadapan telepon. Ada guyonan pari keno tentang hal ini bila Pak AA main golf ditempat lain ada 18 hole, tapi kalau ditempatnya Rani bias ada hole extra menjadi 19. lha, hal ini hole apa?

2. Breaching experiment.

Maksudnya Percobaan pelanggaran. Digunakan oleh penganut etnometodologi. Ini salah satu juga. Peristiwa-peristiwa sederhana dalam kehidupan kita sehari-hari. Dalam buku “dunia berbeda” dicontohkan dalam sholat jumat ada jamaah memakai kaos. Dibelakangnya ada tulisan “Yesus save me”. Ini namanya percobaan pelanggaran. Tentu jamaah dibelakangnya akan geger. Apakah dia ini non muslim atau bagaiman? Kok membawa-bawa nama. Lha, hebohnya ini disengaja atau tidak. Atau caper, cari perhatian? Tapi jangan untuk hal ini lantas berusaha mencoba mencium isteri orang. Maka akan heboh juga. Seseorang itu ada penampakan luar. Atau kelihatan fisiknya saja. Misalnya pulang rihlah ilmiah dari Mesir lalu mengajar pakai jubah. Pakai serban. Memelihara jenggot, mencukur habis kumis. Satu peristiwa memiliki respon yang sangat banyak. menunjukkan satu kasus. Bagaimana respon orang terhadap percobaan kesalahan.


3. Dramaturgis
Dramaturgi dikembangkan oleh Erving Goffman. Dalam kehidupan sosial itu memiliki ciri-ciri sama dengan dunia pertunjukan. Sekarang pun kita melaksanakan dunia pertunjukan pendidikan. Misalnya satu jam bersama Mario Teguh. Acara Kick Candy. Dalam setiap pertunjukan ada panggung depan ada panggung belakang. Jangan hanya melihat wajahnya saja tapi juga dilihat dari hatinya juga. Karena kita berganti wajah. Kalau ada suami bilang kamulah dik satu-satunya perempuan yang aku cintai. Maka si isteri perlu hati-hati.

4. Paradigma social behavior.

Paradigma dibagi 3:
- social fact oleh e durkheim. Fakta apa adanya.
- Social definition. Oleh weber. Bercorak socialigistic. Tindakannya disadari. Orang melempar batu. Tindakan itu disadarinya.
- Social behavior. Oleh BF Skinner. Dipengaruhi lingkungan. Orang pondok tidak saleh maka dipertanyakan bagaimana dia mondok. Kalau tinggal di Surabaya bisa saleh maka hebat banget dia. Ada teorinya yaitu rasional choiche. Pilihan rasional. Dikembangkan oleh Peter M. Blue. Lalu ada reward and punishment.

Sumber:
1. Wikipida
2. gurumodern.blogspot.com