ALOHA

Blog ini merupakan coretan dari berbagai permasalahan baik tentang iman, pandangan hidup, kumpulan bahan perkuliahan, masalah kesehatan dan masalah-masalah lain dalam kehidupan manusia. Blog ini hanyalah sebuah media untuk sharing tentang berbagai hal.


“Sometimes the questions are complicated and the answers are simple.”(Dr. Seuss)

Rabu, 23 Juni 2010

KEGELISAHAN DAN PENYAKIT JANTUNG

Seorang pria yang sering merasa gelisah di masa muda sebaiknya waspada. Menurut penelitian, pria muda dengan gejala semacam itu lebih rentan mengalami serangan jantung saat beranjak dewasa.

Penelitian yang dipimpin oleh Dr Imre Janszky, MD, PhD dari Karolinska Institute itu melibatkan 50.000 pria Swedia yang lahir antara tahun 1949-1951. Riwayat medis yang terkait kesehatan jantung diamati selama 37 tahun.

Berbeda dengan penelitian-penelitian lain sebelumnya, Dr Janszky tidak mengaitkan penyakit jantung dengan riwayat depresi. Namun penelitian itu menunjukkan, pria yang selalu gelisah di usia awal 20-an tahun punya risiko penyakit jantung 2 kali lipat dan risiko serangan jantung hingga 2,5 kali lipat.

Dalam laporan berikutnya, Dr Janszky memasukkan data dari 20 studi terdahulu termasuk pengamatan terhadap 250.000 orang di Norwegia, Belanda, Russia, Swedia, Jepang dan Inggris. Pengamatan tersebut berlangsung 11 tahun dan dipimpin oleh Annelike Roest dari Tilburg University, Belanda.

Pengamatan tersebut mengungkap hubungan yang mirip dengan penelitian Dr Janszky. Risiko penyakit jantung pada orang yang selalu mengalami rasa gelisah meningkat 26 persen, sedangkan risiko kematian akibat serangan jantung meningkat 48 persen.

Namun Dr Janszky mengakui, penelitiannya memang tidak memperhatikan faktor risiko yang lain seperti kolesterol. Selain itu, seluruh partisipan adalah pria sehingga tidak diketahui apakah hubungan yang sama juga dialami oleh wanita.

Lebih dari sekedar stres, gelisah merupakan gangguan kejiwaan yang ditandai dengan kekhawatiran irasional yang berlebihan. Kadang-kadang disertai gejala-gejala psikosomatis seperti rasa penat, sakit kepala, mual, gemetar, berkeringat, dan panik.

Para ahli mengembangkan beberapa hipotesis untuk menarik hubungan antara gelisah dengan penyakit kardiovaskular termasuk serangan jantung. Namun hingga kini belum diketahui pasti bagaimana keduanya saling terkait.

Salah satu teori yang digunakan adalah terbentuknya plak atau timbunan lemak di arteri koroner (pembuluh darah yang menuju jantung). Jika plak tersebut runtuh, maka gumpalannya akan menyumbat arteri sehingga terjadi serangan jantung.

Tidak ada komentar: