ALOHA

Blog ini merupakan coretan dari berbagai permasalahan baik tentang iman, pandangan hidup, kumpulan bahan perkuliahan, masalah kesehatan dan masalah-masalah lain dalam kehidupan manusia. Blog ini hanyalah sebuah media untuk sharing tentang berbagai hal.


“Sometimes the questions are complicated and the answers are simple.”(Dr. Seuss)

Jumat, 04 Juni 2010

GROW YOUR VALUE


Di sebuah Mall di kota Jakarta,
saya kebetulan masuk di sebuah toko perhiasan dan selintas
melihat percakapan yang menarik antara seorang pembeli dan penjual.
Mereka sedang terlibat tawar menawar sebuah kalung mutiara yang cukup
indah, dan kelihatannya termasuk salah satu koleksi unggulan dari
toko tersebut. Setelah tawar menawar beberapa saat, si pembeli
akhirnya memutuskan untuk keluar dari toko itu, karena dianggapnya
harga barang tersebut mahal.

Selang beberapa menit kemudian, ada pembeli lain yang masuk, dan
kemudian mengamati kalung mutiara yang tadi.
Dia kemudian mencoba sejenak di lehernya, dan setelah dirasa
cocok, tanpa tawar menawar langsung dibayarnya barang tersebut dan
keluar. Apa yang menarik dari kedua kejadian tadi ?

Barang yang sama, tapi dipersepsikan berbeda oleh dua orang.
Tentu, yang membedakan persepsi keduanya adalah uang yang dimiliki
oleh masing-2 orang. Semakin banyak uang yang anda miliki, tentu
semakin murah harga barang tersebut dimata anda.

Saya tertarik untuk membahas justru dari sisi orang pertama.

Apa yang kira-2 dilakukan oleh orang tadi setelah gagal menawar barang
tersebut ? Bila dia memang serius ingin membeli barang tersebut, mungkin dia akan
mulai masuk ke toko-2 lain, mencari-2 yang lebih murah. Bila setelah `berjuang'
keliling mall dan tidak juga menemukan barang yang harganya sesuai dengan
isi kantongnya, mungkin dia mencoba mencari di tempat lain, atau mungkin
juga mengurungkan niat untuk membelinya....

Fokus dari orang pertama ini adalah lebih kepada jumlah uang
yang dia miliki, dibanding dengan nilai dari barang tersebut bagi dirinya.

Jika merujuk kepada teori RichDad-nya Kiyosaki, dikatakan
disana bahwa orang rata-2 melihat dari seberapa besar pendapatannya,
lalu menekan pengeluarannya, sedang orang sukses melihat dari sisi
pengeluarannya, lalu meningkatkan pendapatannya.

Dalam lingkup kehidupan, bukankah sebagian besar dari kita juga memiliki
Sikap seperti orang pertama itu ?
Saat kita menghadapi masalah, kita selalu mengeluh mengapa kita yang `kecil' ini mendapat masalah seberat itu.

James Gwee dalam Ultimate Power Motivation di Senayan mengatakan,
BAHWA YANG MENJADI POKOK PERSOALAN BUKAN BESAR KECILNYA ASALAH, TAPI BESAR
KECILNYA VALUE ANDA.

Begitu value anda ditingkatkan, maka masalah tersebut akan menjadi kecil di
mata ,bukankah anda saat ini sudah sangat mahir makan dengan sendok dan
garpu, suatu hal yang menjadi masalah besar saat anda berusia dua tahun ?

Dan bukankah anda saat ini sudah sangat mahir bermain internet, sehingga
anda bisa ikut milis dan membaca newsletter ini, suatu hal yang mungkin
sangat asing dan sukar beberapa tahun yang lalu ?

Sayangnya, di dunia di mana kita tinggal ini, tidak semua orang mau
berusaha untuk meningkatkan value di dalam diri mereka.



Daripada berusaha capek-2 meningkatkan value, mereka lebih memilih
untuk `menetapkan standard' mereka sendiri terhadap dunia ini.
Sebagai contoh, ada dari mereka yang mungkin berkata ,"Karena
kemampuan bahasa Inggris saya jelek, saya jadi tidak tertarik membaca
buku bahasa Inggris. Kalau ada terjemahannya, mungkin saya mau baca".
Standard bahasa Inggris mereka sudah dipatok di nilai tertentu, dan
daripada meningkatkan value standardnya, mereka lebih memilih buku
terjemahan yang `lebih sesuai' dengan standard mereka. Di sisi lain,
ada juga mereka yang berusaha `meningkatkan value' standard mereka
dengan memaksa diri membaca buku bahasa Inggris sambil membuka-2 kamus.

Tidak ada yang salah dengan pilihan anda, apakah mau mematok
standard atau meningkatkan standard value anda. Ini semua hanyalah
pilihan anda pribadi dalam hidup.

Hanya saja, apabila anda mematok standard anda di satu titik tertentu,
jangan mengeluh terhadap kerasnya kehidupan dan masalah yang datang
kepada anda. Ingat, bukan besar kecilnya masalah yang menjadi pokok dalam
kehidupan ini, tapi besar kecilnya value anda.

Dan ada satu prinsip yang luar biasa yang dikatakan oleh Andrie Wongso
tentang hal ini, "KALAU ANDA KERAS TERHADAP DIRI ANDA, MAKA
KEHIDUPAN AKAN LUNAK KEPADA ANDA. SEBALIKNYA APABILA ANDA LUNAK KEPADA DIRIANDA, MAKA KEHIDUPAN AKAN KERAS KEPADA ANDA". Jadi, lakukan pilihan yng terbaik, dan dapatkan hasilnya.

Tidak ada komentar: