ALOHA

Blog ini merupakan coretan dari berbagai permasalahan baik tentang iman, pandangan hidup, kumpulan bahan perkuliahan, masalah kesehatan dan masalah-masalah lain dalam kehidupan manusia. Blog ini hanyalah sebuah media untuk sharing tentang berbagai hal.


“Sometimes the questions are complicated and the answers are simple.”(Dr. Seuss)

Kamis, 07 Juni 2012

KOMUNIKASI ORGANISASI :TEORI STRUKTURAL KLASIK


Teori struktural klasik adalah representasi dari pandangan objektif murni. Teori – teori klasik secara umum terdiri atas  organisasi informal dan formal yang merupakan landasan bagi teori struktural klasik mengenai organisasi

ORGANISASI INFORMAL/SOSIAL 

Organisasi informal terdiri dari hubungan yang tidak resmi/tidak sah dan dapat dikatakan sebagai organisasi bayangan dari organisasi formal. Adapun sifat/keadaan organisasi informal adalah sebagai berikut:

Sifat Organisasi Informal

1. Hubungan didalamnya lebih bersifat spontan dan tidak terorganisir
2. Kepemimpinan organisasi formal seperti di antara 2 pilihan apakah organisasi tersebut formal atau tidak.
3. Tidak bertitik tolak pada pengendalian manajemen seperti dalam organisasi formal

Penyebab Munculnya Organisasi Informal

Pada dasarnya individu memiliki kebutuhan untuk mendapat kepuasan dalam berafiliasi dengan orang-orang di lingkungannya.Jika dalam organisasi informal kebutuhan tersebut kurang dapat dipenuhi maka ia akan mencari sumber lain untuk memenuhi kebutuhannya tersebut dan itu adalah organisasi informal.
Biasanya pada organisasi informal, kebutuhan di bawah ini dapat terpenuhi
1.Pemenuhan terhadap kebutuhan sosial
Keinginan untuk berafiliasi salam diri manusia sangat kuat, organisasi informal menyediakan wadah untuk mewujudkan hal ini.
2.Keterpaduan dan Identifikasi
Hal yang dibutuhkan dalam afiliasi adalah lebih dari sekedar persahabatan melainkan keinginan untuk bersatu.Ini yang disebut dengan solidaritas, integrasi sosial.Identifikasi dengan suatu kelompok atau golongan tertentu yang tidak formal dapat memenuhi kebutuhan individu untuk sebuah status. Hal ini dikarenakan dalam organisasi formal susunannya sangat ketat sehingga bawahan hanya memiliki wibawa, tanggungjawab dan otoritas yang sangat kecil. Pada organisasi informal individu memiliki kesempatan yang cukup besar untuk mewujudkannya.
3.Kekuasaan bagi pengakuan perilaku
Organisasi informal memberikan bantuan dalam menentukan apakah perilaku seseorang dapat diterima atau tidak.Ketika seseorang memasuki lingkungan baru maka yang bersangkutan belum dapat memprediksikan apakah perilakunya dapat diterima atau tidak maka sejak individu tersebut menginginkan agar perilakunya dapat disetujui maka ia membutuhkan orang lain untuk membimbingnya. Hal ini mendukung terbuktinya organisasi informal.
4.Penyelenggaraan yang simpatik.
Pada saat dalam organisasi formal sesorang mengalami kekecewaan maka mereka mengharapkan pengertian dari orang lain. Organisasi informal mampu menumbuhkan rasa simpatik dan menampung masalah individu tersebut.
5.Bantuan dalam memenuhi tujuan.
Seringkali seseorang mempunyai kemampuan untuk menghasilkan tujuan tertentu melalui sebuah kelompok  daripada perorangan.Organisasi informal mampu membantu individu dalam memenuhi tujuannya dan dalam hal ini si pemberi bantuan (dari organisasi informal) merasa senang karena ia sebagai individu merasa wibawanya bertambah.
6.Kesempatan untuk memberikan pengaruh dan kreatifitas.
Pada organisasi informal, individu dapat melakukan modifikasi situasi kerja dan membebaskan diri dari ikatan kepemimpinan formal sesuai  dengan yang diharapkan dan yang tidak mungkin dilakukan pada organisasi formal.
7.Pengabadian nilai nilai budaya
Kelompok informal memiliki kegiatan melestarikan nilai budaya kelompok, dan tentu saja nilai budaya kelompok ini sesuai dengan harapan masing-masing individu.
8.Komunikasi dan Informasi
Arus informasi yang lebih pendek dan tidak formal adalah salah satu harapan dari individu. Dalam organisasi informal semua ini bisa dipenuhi.

Kelebihan dan Kelemahan Organisasi Informal
Kelebihan
1.Dukungan terhadap tujuan organisasi
Kelompok informal pada umumnya akan dengan senang hati saling membantu individu dari kelompoknya untuk melakukan tugas dalam hal ini tugas dalam organisasi formal
2.Tambahan bagi Komunikasi
Melengkapi perusahaan dengan jalur komunikasi tambahan.Meskipun sifatnya selentingan tetapi pada saat tertentu ini dapat dijadikan sumber informasi dan jalur komunikasi pada organisasi informal lebih cepat.
3.Alat pemuas kepentingan sosial
Organisasi informal memiliki satu fungsi penting yaitu sebagai pemersatu dan memberi ketenangan bagi  individu
4.Kompensasi bagi manajer yang kurang memiliki kapabilitas
Kedekatan dalam organisasi informal biasanya memunculkan dukungan dan persatuan di antara anggotanya sehingga jika pada organisasi formal seorang manajer kurang  capable maka dapat dipastikan dukungan anggota (rekan dalam organisasi informal) akan muncul.

Kelemahan
1.Desas desus/kabar angin
Tambahan jalur komunikasi dapat pula mengakibatkan hal yang negatif  jika penyebaran informasinya bersifat destruktif, ketidakpastian dan penyimpangan.
2.Daya tahan terhadap perubahan
Kekompakan dan dukungan jika diartikan negatif membawa dampak pada bertahannya keadaan dalam status tertentu dan biasanya kekompakan serta solidaritas yang negatif membawa kondisi statis dan melawan terhadap sebuah perubahan yang dianggap tidak bersesuaian dengan nilai budaya yang dianut oleh organisasi informal.
3.Penyesuaian kelompok
Jika standart perilaku anggota dan kelompok  akan menjadi pengganggu apabila standar yang diciptakan menuju pada kualitas rendah dan jauh dari kualitas yang dicananangkan oleh organisasi formal.
ORGANISASI FORMAL
Organisasi ini didirikan dengan sengaja dan ada tujuan tertentu. Pada organisasi formal ada koordinasi kegiatan dan adanya rangsangan bagi anggota untuk membantu terwujudnya tujuan organisasi. 

Organisasi formal memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Terstruktur
2. Kaku
3. Terumuskan
4. Tahan lama
sebuah organisasi formal memiliki strukstur yang terumuskan dengan baik. Struktur ini menerangkan hubungan-hubungan otoritasnya, kekuasaan, akuntabilitas, dan tanggung jawabnya. Struktur yang ada juga menerangkan bagaimana bentuk saluran-saluran, dan melalui apa komunikasi berlangsung.
Struktur Organisasi Formal

Ciri - ciri :
  • 1. umumnya digunakan untuk organisasi besar.
    2. Bidang tugas beraneka ragam sehingga memerlukan bantuan staf.
    3. Pengawasan dan spesifikasi berkembang dengan baik.
  • Kelebihan :
    * Pembagian tugas kerja
    * Mendorong timbulnya spesialisasi disiplin yang tinggi.
    * Koordinasi mudah dijalankan.
  • Kelemahan :
    * membutuhkan biaya yang besar untuk operasioanlnya.
    * Ditingkat operasional tidak jelas antara perintah dan nasehat.
    * Solidaritas antar karyawan rendah.
Contoh organisasi formal adalah : Perusahaan, Badan Pemerintah, Sekolah, Negara