ALOHA

Blog ini merupakan coretan dari berbagai permasalahan baik tentang iman, pandangan hidup, kumpulan bahan perkuliahan, masalah kesehatan dan masalah-masalah lain dalam kehidupan manusia. Blog ini hanyalah sebuah media untuk sharing tentang berbagai hal.


“Sometimes the questions are complicated and the answers are simple.”(Dr. Seuss)

Quotation

Senin, 11 Mei 2015

Organisasi Informal


Kehidupan berkelompok atau berserikat merupakan hakekat dari kehidupan sosial manusia. Sebagai makluk sosial  manusia tidak dapat hidup menyendiri. Manusia cenderung membentu kelompok-kelompok untuk kebutuhan social mereka. Kelompok-kelompok yang terbentuk dapat terjadi secara spontan tetapi ada terbentuk secara disengaja dan memerlukan perencanaan yang matang.
Kelompok yang terbentuk dengan perencanaan yang matang ini bersifat formal sedangkan yang terbentuk secara spontan dan tidak terlalu memerlukan rangkaian yang prosedural ini cenderung bersifat informal. Berkaitan dengan organisasi dapat dibedakan dengan mengacu kepada terbentuknya kelompok. Organisasipun dapat terbentuk secara formal dan informal.

Jumat, 24 April 2015

Penalaran Deduksi

Penalaran merupakan  suatu proses berfikir dimana di dalam proses berfikir tersebut sangat bertolak berlakang dari pengamatan indera yang dapat menghasilkan suatu konsep dan pengertian. Didalam suatu penalaran dikenal juga menalar yaitu dimana terbentuknya suatu proposisi – proposisi atau semacam gagasan, ide yang sejenis berdasarkan jumlah proposisi yang dianggap benar, beberapa orang menyimpulkan bahwa sebuah proposisi atau gagasan yang baru sebelumnya tidak diketahui.


Oposisi

Proses penyimpulan pemikiran terdiri dari penyimpulan langsung dan tidak langsung. Penyimpulan langsung merupakan proses menarik kesimpulan dari sebuah premis atau dari satu-satunya premis yang ada.  Cara – cara menyimpulkan secara langsung terbagi menjadi perlawanan atau oposisi dan Eduksi. Dalam pertemuan ini akan dibahas tentang penalaran secara oposisi.
Afirmatif univ  – Neg. particular
A - O
Neg. Univ.      -  Afirmatif Part
E – I

Logika

A. Arti Logika

Apakah Logika itu? 

Dalam percakapan sehari-hari kata logis dipergunakan untuk menyatakan perilaku logis yang dilawankan dengan perilaku tidak logis dengan jalan pikiran yang logis.. Kata logis yang dipergunakan tersebut diartikan dengan masuk akal. Dengan berdasarkan pengertian-pengertian tersebut, apa sebetulnya Logika itu belum dapat diketahui. 


Kata Logika secara etimologi berasal dari bahasa Yunani Logike yang berasal dari kata Logos yang memiliki makna harafiah sebagai kata atau  ucapan. Ucapan berarti yang diucapkan, dilisankan atau  disebutkan. Ucapan  merupakan hasil proses berpikir manusia. Berpikir dapat diartikan pula sebagai penggunaan akal budi untuk mempertimbangkan dan memutuskan sesuatu. Kata pengertian berarti proses, cara, perbuatan memberi arti. Dengan demikian maka logika merupakan hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa.

Kamis, 23 April 2015

Sejarah Surat Kabar Indonesia

Postingan kali ini masih seputar perkembangan teknologi komunikasi khususnya media cetak, dimana pada postingan ini membahas tentang perkembangan surat kabar di Indonesia. Langsung saja kita masuk kepada pembahasan tentang perkembangan surat kabar di Indonesia.


Lebih dari 200 tahun surat kabar menjalankan fungsinya sebagai satu-satunya media penyampai berita kepada khalayak dan sebagai sumber satu-satunya bagi khalayak dalam mengakses informasi yang sama secara bersamaan. Surat kabar pertama kali diterbitkan di Eropa pada abad ke-17. Di Indonesia sendiri, surat kabar berkembang dan mempunyai peranannya sendiri di tengah masyarakat hingga sekarang. Sejarah mencatat bahwa produk mesin cetak Johann Gutenberg ini, telah mengambil peran yang cukup signifikan dalam perkembangan surat kabar di Indonesia dari berbagai aspek kehidupan keterkaitannya sebagai media massa yang berpengaruh di masyarakat. Berikut adalah paparan singkat mengenai surat kabar di Indonesia.

Dua Babak Sejarah

Pada dasarnya, sejarah surat kabar di Indonesia terbagi dalam dua babak yakni babak pertama yang biasa disebut babak putih dan babak kedua antara tahun 1854 hingga Kebangkitan Nasional. Kedua babak inilah yang amat berperan dalam perkembangan surat kabar di Indonesia. Babak pertama adalah babak putih, yaitu saat Indonesia masih dalam keadaan terjajah oleh kolonialisme Belanda. Disebut babak putih karena surat kabar pada waktu itu mutlak milik orang-orang Eropa, berbahasa Belanda dan diperuntukkan bagi pembaca berbahasa Belanda. Kontennya hanya seputar kehidupan orang-orang Eropa dan tidak mempunyai kaitan kehidupan pribumi. Babak ini berlangsung antara tahun 1744-1854. Babak kedua yang berlangsung antara tahun 1854 hingga Kebangkitan Nasional secara kasar dapat dibagi dalam tiga periode, yakni: