ALOHA

Blog ini merupakan coretan dari berbagai permasalahan baik tentang iman, pandangan hidup, kumpulan bahan perkuliahan, masalah kesehatan dan masalah-masalah lain dalam kehidupan manusia. Blog ini hanyalah sebuah media untuk sharing tentang berbagai hal.


“Sometimes the questions are complicated and the answers are simple.”(Dr. Seuss)

Rabu, 28 April 2010

MENGAPA ADA KESULITAN???

OLEH: AGUSTO D'SANTHO
Tahun 2008-2009 merupakan tahun yang sulit bagi dunia, banyak perusahaan kaliber dunia dan berumur ratusan tahun mengalami kebangkrutan. Ini memicu era krisis ekonomi yang mengglobal. Krisis ini tentunya berdampak terhadap kehidupan banyak orang, banyak orang terkena PHK yang mengakibatkan kesulitan-kesulitan yang lain. Seakan-akan dunia makin hari makin jahat dan tak bersahabat dengan banyak orang.

Banyak orang bertanya mengapa dalam kehidupan begitu banyak kesulitan. Mengapa setelah kebahagian dan kesenangan masih ada kesulitan. Kesulitan-kesulitan terasa sangat pahit, tetapi kalau kita mencermati kesulitan yang muncul dalam kehidupan kita juga memiliki aspek positif, tergantung bagaimana kita menyikapinya. Kesulitan-kesulitan yang kita hadapi ibarat obat pahit yang dapat memberikan pemulihan kesehatan.

Kita ambil sebuah contoh tentang kehidupan sesorang yang kaya raya tetapi suatu saat dia mendapatkan penderitaan yang luar biasa. Dialah Ayub seorang saleh yang hidup di abad-abad Sebelum Masehi. Dia bisa dikatakan sbagai seorang yang paling kaya pada jamannya. Pertama-pertama ia harus kehilangan kesepuluh anaknya, kemudian semua hewan ternaknya, kemudian sakit kustapun menerjang tubuhnya yang terawat dengan baik. Ironisnya ketika semuanya sudah hilang lenyap, istrinyapun menertawainya dan pergi meninggalkannya. Sungguh suatu peristiwa yang tragis.

Di saat seperti ini Ia merasakan semua orang dan keberuntungan telah meninggalkannya, hanya tiga orang sahabatnya yang setia mengunjunginya, tetapi ketiganyapun tak dapat menolongnya. Dalam kisah Ayub tersebut memang kita melihat suatu cerita yang berakhir dengan manis, dimana semuanya dipulihkan dan dikembalikan kepadanya. Satu hal yang dapat kita pelajari dalam cerita hidup Ayub adalah penderitaan yang dialaminya membawanya makin menegenali dirinya dan Allahnya. Seperti yang dapat kita lihat dalam Ayub 24: 1:5 Maka jawab Ayub kepada TUHAN: "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. Firman-Mu: Siapakah dia yang menyelubungi keputusan tanpa pengetahuan? Itulah sebabnya, tanpa pengertian aku telah bercerita tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang tidak kuketahui. Firman-Mu: Dengarlah, maka Akulah yang akan berfirman; Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku. Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.

Kisah lain adalah kisah Thomas Alfa Edison sang penemu lampu pijar. Sejak kecil dia telah mengalami kesulitan demi kesulitan. Sewaktu SD dia mengalami olok-olok gurunya yang menganggap dia idiot dan tak akan menjadi apa-apa ketika dia dewasa, belum lagi mendapatkan perlakuan yang buruk dari teman-temannya. Untuk memulai eksperimen-eksperimennya dia mengalami banyak penolakan dan kegagalan. Tetapi kesulitan-kesulitan itulah yang memacu dia untuk lebih maju, sehingga dia berhasil mematahkan nubuat gurunya di waktu kecil. Justru nama Thomas Alfa Edison tercatat dalam buku-buku sejarah dunia sedangkan orang-orang yang mengolok-oloknya namanya tidak pernah tercatat dalam sejarah dunia.

Jika kita mau kembali melihat kisah hidup orang-orang sukses seperti Abraham Lincoln, Albert Einstein, pendiri McDonald dll, maka kita akan menemukan cerita-cerita tentang kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi sebelum masa suksesnya. Kalau boleh saya katakan justru kesulitan-kesulitan itulah yang mendorong mereka untuk meraih kesuksesan mereka.

Sadar tidak sadar kesulitan sering kali membuat kita menjadi lebih kuat, lebih tahan banting dalam menghadapi kerasnya kehidupan. Kesulitan membuat kita menjadi lebih tegar dalam menjalani kehidupan. Kesulitan bisa diibaratkan sebuah ujian untuk naik kelas. Kalau dalam hidup tidak ada kesulitan maka hidup akan terasa datar dan monoton. Tanpa kesulitan manusia tidak dapat mengerti apa itu mengucap syukur, tanpa kesulitan manusia tidak dapat merasakan nikmatnya kebahagian.

Jadi apakah kesulitan memiliki manfaat tergantung bagaimana kita memaknainya. Ditangan orang yang optimis kesulitan menjadi pemicu untuk makin maju namun ditangan si pesimis kesulitan membuatnya makin lemah dan tak menutup kemungkinan berakhir dengan mengakhiri hidup. Satu hal yang perlu kita tahu dalam 2 Kor. 4: 15-17 dikatakan “Sebab semuanya itu terjadi oleh karena kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah.
Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. Semoga kita makin bijaksana dalam menghadapi kesulitan-kesulitan yang kita alami.

Tidak ada komentar: