ALOHA

Blog ini berisi tentang warna-warni kehidupan yang mencakup semua aspek hidup manusia seperti iman, realitas hidup, sains, masalah-masalah sosial dan sastra.

Selasa, 18 Mei 2010

PENYEBAB KEGEMUKAN YANG TAK TERDUGA

Kelebihan kalori bukan satu-satunya penyebab berat badan terus bertambah. Ada banyak faktor tak terduga lain yang membuat target mendapatkan berat badan proporsional lebih sulit tercapai.

1. Kurang tidur Ada dua hal yang berkaitan dengan tidur dan kegemukan. Pertama, makin sering Anda begadang makin mungkin Anda ngemil di malam hari yang berakibat pada ekstra kalori yang diasup. Hal kedua adalah yang berkaitan dengan zat kimia dalam tubuh. Saat kita begadang, hormon yang memicu nafsu makan akan dikeluarkan, akibatnya kita akan merasa kelaparan saat bangun tidur. Hormon ini juga membuat perut tidak pernah merasa kenyang.

2.Stres Saat kita didera berbagai persoalan dan kesibukan, tubuh akan beradaptasi dengan cara mengeluarkan hormon kortisol atau hormon stres. Hormon ini bisa meningkatkan nafsu makan sehingga tak heran bila saat dikejar deadline atau sedang stres, kita akan mengasup lebih banyak makanan.

3. Obat-obatan Obat antidepresan adalah salah satu jenis obat yang bisa meningkatkan berat badan, terutama jika diminum dalam jangka panjang. Obat lain yang perlu diwaspadai adalah obat untuk gangguan mental, obat hipertensi, obat migren, dan diabetes.

4. Hipertiroid Bila kelenjar tiroid (berada di sekitar leher, berbentuk seperti kupu-kupu) tidak mampu memproduksi hormon tiroid dengan cukup, kita akan merasakan gejala mudah lelah, lemas, dan berat badan naik. Bila tubuh kekurangan tiroid, metabolisme akan berjalan lambat sehingga tubuh menjadi gemuk.

5. Hobi minuman manis Meski masih diperdebatkan para ahli, nyatanya kasus obesitas di Amerika terus meningkat seiring dengan makin populernya minuman manis dalam kemasan. Selain rasa manis dan kalori berlebih, gula tidak memberi manfaat apa pun. Karena itu, batasi konsumsi minuman manis, termasuk softdrink dan belajarlah mengonsumsi air putih setiap hari.

Langsing dengan Keju

Agar konsumsi keju tidak membosankan, taburkan pada berbagai menu makan Anda.
KOMPAS.com - Jika selama ini kita menjauhkan produk olahan susu dari menu harian karena tengah berdiet, ada kabar gembira. The American Journal of Clinical Nutrition mengumumkan, keju sebagai salah satu produk olahan susu, ternyata dapat membantu kita mengurangi beberapa kilogram dari timbangan badan kita.

Jurnal tersebut memaparkan, perempuan yang mengonsumsi 100 gram keju sehari, ternyata lebih cepat menyusutkan bobot dibanding yang tidak mengonsumsi sama sekali. Sebab, kandungan linoleic acid yang ada dalam lemak keju menjadi “bahan bakar” sempurna untuk metabolisme tubuh kita. Yang harus diingat adalah, ukuran aman dikonsumsi per harinya adalah 100 gram atau sebesar jempol kita.

Agar konsumsi keju tidak membosankan, cobalah menu-menu berikut yang sangat cocok ditaburi keju sebagai penambah rasa.


Daging kambing bertabur keju. Menu ini akan membuat 100 gram keju kita mengandung 76 kalori, 6 gram lemak, dan 5 gram protein. Bonusnya: perpaduan keju dan kambing dapat memperkuat sistem imunitas tubuh kita.

Taburan parmesan dalam sayur. Kelebihan parmesan adalah kaya akan kalsium. Dengan takaran 100 gram, jumlah kalsiumnya sama dengan pada segelas susu plus 10 gram protein. Maka jangan lupa hiasi sayuran atau salad kita dengan parmesan.

Ricotta, penyempurna hidangan pasta. Keju yang digemari orang Itali ini per 100 gram-nya mengandung 40 kalori. Seringnya, keju ini dijadikan pelengkap rasa pada pasta dan untuk melengkapi manfaatnya, tambahkan buah berries saat menikmati pasta agar kebutuhan serat kita tidak terlupakan.

Lelehkan mozzarella dalam omelet. Untuk sarapan yang bernutrisi, jangan lupa masukkan mozzarella pada omelet buat kita. Ini akan berkontribusi sebanyak 22 persen dari total kebutuhan kalsium kita per hari. Menu sarapan ini juga mengandung 85 kalori dan 6 gram lemak.


Sumber http://kesehatan.kompas.com/

Senin, 17 Mei 2010

Mood dan Makanan



Suasana hati Anda gampang berubah layaknya ayunan? Ada baiknya Anda mengevaluasi lagi makanan apa yang Anda konsumsi belakangan ini. Sebuah studi yang dihajat Universitas Melbourne, Australia menunjukkan, mereka yang lebih banyak mengonsumsi makanan modern seperti cola, hamburger, dan makanan olahan lainnya, lebih gampang mengalami bad mood ketimbang mereka yang mengonsumsi banyak makanan rumahan. Kesimpulan itu dirangkum setelah mereka melakukan penelitian terhadap 1.046 perempuan usia 20 hingga 90 tahun selama lebih dari 10 tahun.



Menurut hasil penelitian yang dipublikasikan American Journal of Psychiatry itu, makanan olahan, makanan penuh tambahan bahan kimia, dan tinggi lemak berpengaruh buruk pada mood wanita. Sebaliknya, makanan segar semisal sayuran, buah, makanan yang diolah dari gandum, produk turunan susu rendah lemak, daging tanpa lemak, makanan rumahan lainnya akan mendukung kesehatan fisik dan kestabilan emosi. "Ini bukan tentang diet ajaib untuk mengatur suasana hati, tapi ini tentang bagaimana dampak makanan bagi fisik dan psikis," ujar Dr Felice Jacka, salah seorang peneliti.



Dari total of 925 perempuan yang diteliti, sebanyak 121 orang mengalami kecenderungan depresi dan kecemasan berlebihan. Saat diteliti lebih jauh pada kebiasaan makannya, ternyata mereka secara rutin mengonsumsi makanan ala Barat. "Makanan sehari-hari mereka adalah hamburger, roti tepung putih, pizza, susu berperisa, beer, dan makanan manis olahan," ujarnya.


Sedang 30 persen responden sesekali menunjukkan gejala ketidakseimbangan emosi. Setelah diteliti, ternyata mereka lebih banyak mengonsumsi diet tradisional Australia, yaitu makanan dengan lebih banyak sayur, buah, ikan, daging sapi, kambing muda, dan gandum. Penelitian selain tentang makanan yang dikunsumsi juga melihat faktor usia, berat badan, status sosial dan ekonomi, pendidikan, aktivitas fisik, serta kebiasaan hidup antara lain berupa rokok dan minuman keras.



Secara kontras, mereka yang mengonsumsi hanya buah-buahan, sayur, ikan, tahu organik, kacang-kacangan, yogurt, dan anggur merah hampir dikatagorikan sebagai "bisa mengendalikan emosi" mereka. Hasil penelitian itu, kata Jacka, akan dijadikan dasar penelitian lanjutan tentang pengaruh makanan tak sehat terhadap kesehatan

Senin, 10 Mei 2010

ANALISA WACANA KRITIS ( SEBUAH PARADIGMA KRITIS DALAM RANAH KOMUNIKASI )

BAB I
PENDAHULUAN


1.Paradigma Kritis

Paradigma Kritis merupakan salah satu paradigma yang di munculkan oleh mazhab frankurt, dengan seting landasan yang melatar belakanginya yaitu, adanya kondisi perang Dunia I, timbulnya pemogokan, protes – protes yang dilakukan oleh masyarakat pada saat itu, Selain itu pula adanya penindasan yang tidak seimbang dalam bidang ekonomi oleh kaum Borjuis terhadap kaum proletar sehingga menimbulkan ketimpangan – ketimpangan, yang membuat prihatin bagi para pemikir maupun ilmuwan – ilmuwan yang tergabung dalam Frankurt Institute for Social Research. Teori kritis berusaha mengungkap segala tabir yang menutup kenyataan yang tak manusiawi terhadap kesadaran manusia. Semuanya didasari oleh paradigma ilmu pengetahuan yang meletakan kritis Marxisme dalam seluruh metodologi penelitiannya, bahwa paradigma kritis yang di inspirasikan dari teori kritis tidak bisa melepaskan diri dari warisan Marxisme dalam seluruh filosofinya Denzin ( 2000 : 279-280 ) Teori kritis pada satu pihak merupakan salah satu aliran ilmu sosial yang berbasis pada ide-ide Karl Marx dan Engels.

Dari dasar kondisi diatas, maka sesungguhnya Dunia membutuhkan intepretasi ulang, dari perspektif ini, banyak tokoh – tokon menentang ortodoksi pemikiran Karl Max, dan memperdalam keyakinan mereka bahwa ketidak adilan dan penaklukan telah membentuk dunia nyata. Menurut Girorux, 1983 ; Mc Laren, 1989 ) dalam Norman K Denzin & Yvona S Lincoln ( 2009 : 172 ) Dengan fokus perhatian pada sifat kapitalis yang terus berubah, ahli –ahli teori kritis ini menganalisa berbagai bentuk dominasi yang berubah yang menyertai perubahan tersebut

Budiman ( 1996 : 72 : 73 ) dalam Alex Sobur ( 2006 : 147 ) Kekuasaan hegemonimerupakan kekuasaan dari satu kelompok masyarakat yang diterima atau dianggap sah oleh kelompok – kelompok masyarakat lainnya. Mc Quail : 1991 ) dalam Alex Sobur ( 2006 : 147 ) Masalah ideologi media massa disorot tajam dalam mazhab ini
Sesuai dengan paradigma kritis.

Ciri khas teori kritis ialah bahwa yang di kritik itu bukan kekurangan – kekurangan di sana sini, melainkan keseluruhannya. Teori kritis membuka irasionalitas dalam penggadaian – penggadaian sistem yang ada. Membuka bahwa sebenarnya produksi tidak untuk memenuhi kebutuhan manusia, melainkan kebutuhan manusia diciptakan, dimanipulasikan demi produksi. Teori kritis berharap bahwa apabila rasionalitas semua sistem sudah diungkap, maka kontradiksi – kontradiksi yang nampak jelas, dapat merangsang pematahan belengu dan membebaskan manusia ke arah kemanusiaan yang sebenarnya.

1.1.1 Asumsi Teori kritis

• Melihat Ilmu Sosial sebagai proses yang secara krisis bermaksud mengungkapkan realis/struktur riil dibalik ilusi, kesadaran semu dari dunia materi
• Bertujuan membentuk kesadaran sosial untuk mengubah dan memperbaiki kondisi kehidupan manusia atas dasar kesadaran subyektif.
• Berupaya mengubah kondisi sosial yang ada yang telah mendominasi realitas sosial pikiran masyarakat.

1.1.2 Filosofis Teori kritis

• Ontologis : Realisme historis realisme sebenarnya yang dibentuk oleh nilai – nilai sosial, politik, kultural, ekonomi, etnik dan gender terkristalisasi sepanjang waktu.
• Epitimologis : Transsaksional / subjektivist temuan – temuan diantarai oleh nilai.
• Metodologis : Dialogis / dialektik
Proses pemahaman ilmu merupakan hasil dari dialog/argumentatif beragam faktor yang melimgkupi realitas sosial.
Tidak mungkin memahami realitas yang tampak hanya berdasarkan kasat mata, karena hal itu bukanlah hal yang sesungguhnya, oleh karenanya harus menemukan realitas dibalik.

1.1.3 Tokoh – tokoh Teori kritis

Paradigma teori kritis pertama kali dimunculkan dan dikembangkan di Jerman, Frankurt. Yang kita kenal dengan Mazhab Frankurt, yang dipelopori oleh ilmuwan – ilmuwan dan ahli – ahli mazhab teori kritis, Mark Horkmeier, Theodor Adorno dan Herbert Marcuse Mereka membuat diskusi dialektis tentang pemikiran – pemikiran : Marx, Kant, Hegel dan Weber.

Dasar pemikiran tokoh – tokoh ini adalah adanya kondisi pasca perang dunia ke 1, dimana kondisi negara jerman dalam keadaan Depresi ekonomi yang ditandai adanya inflasi dan pengangguran, berbagai pemogokan dan protes yang berlangsung di Eropa dan Jerman pada periode yang sama. kritisme yang terkandung dalam teori – teori intepretatif terutama adalah hermeneutika yang menyebabkan cara berpikir mazhab kritis ( Frankfurt Aliran Frankurt terkenal kritis dengan persoalan lambang atau simbol, yang dipakai sebagai alat persekongkolan dan hegemoni.

Budiman ( 1996 : 72 : 73 ) dalam Alex Sobur ( 2006 : 147 ) Kekuasaan hegemonimerupakan kekuasaan dari satu kelompok masyarakat yang diterima atau dianggap sah oleh kelompok – kelompok masyarakat lainnya. Mc Quail : 1991 ) dalam Alex Sobur ( 2006 : 147 ) Masalah ideologi media massa disorot tajam dalam mazhab ini sesuai dengan paradigma kritis.

1.1.4 Sekilas Pemetaan Paradigma Kritis :

Pemikiran Radikal: Pemikiran Karl Max dan Engels

• Pembebasan nilai dari dominasi dari kelompok yang ditindas.
• Adanya kekuatan laten dalam masyarakat yang begitu berkuasa

Paradigma Kritis
Mazhab Frankurt : Theodor W Adorno, Hochekemeir, Herbert Marcuse

• Adanya realitas Semu
• Adanya Kritik, transformasi sosial, penguatan sosial.
• Realitas yang dijembatani oleh nilai – nilai tertentu

Perspektif Interpretif Kritis : Subyektif____________Kualitatif
Analisa Wacana Kritis,
Analisa Framing,
Analisa Semiotik

BAB II KERANGKA TEORITIK

2. Analisa Wacana Kritis
2.1.1 Pengertian Wacana
Proses pemberitaan tidak dapat dipisahkan dengan proses politik yang berlangsung dan akumulai modal yang dimanfaatkan sebagai sumber daya, dimana proses ekonomi politik dalam media akan membentuk dan di bentuk melalui proses produksi, distribusi dan konsumsi media itu sendiri. Hal itu berarti bahwa apa yang terlihat pada permukaan realitas belum tentu menjawab masalah yang ada, apa yang nampak dari permukaan harian belum tentu mewakili kebenaran realitas itu sendiri.

Reproduksi realitas dalam media pada dasarnya dan umumnya akan sangat dipengaruhi oleh bahasa Little john ( 2002 : 210-211 ), simbolisasi pemaknaan dan politik penandaan, bahasa disamping sebagai realitas sosial, tetap bisa dilihat sebagai sebuah sistem penandaan.

Kata Wacana berasal dari terjemahan bahasa inggris discorse kata discouse berasal dari bahasa latin discursus yang berarti lari kian kemari ( yang diturunkan dari dis- dari, dalam arah yang berbeda, currere’ lari.
Menurut kamus webster ( 1983 : 522 ) dalam Alex Sobur ( 2006 : 9 ) Wacana adalah :
1. Komunikasi pikiran dengan kata – kata; ekpresi ide – ide atau gagasan-gagasan; konversasi atau percakapan.
2. Komunikasi secara umum, terutama sebagai suatu subyek studi atau pokok telaah.
3. Risalat tertulis, disertasi foormal; kuliah ; ceramah; khotbah.
Ismail dalam Alex Sobur ( 2006 : 9 ) mengartikan wacana sebagai kemampuan utnuk maju ( dalam pembahasan ) menurut urut – urutan yang teratur, dan semestinya, dan komunikasi buah pikiran , baik lisan maupun tulisan, yang resmi dan teratur. Dari beberapa pengertian diatas dapat dipertegas bahwa wacana mencakup aspek lisan ( obrolan, percakapan di depan umum/ pidato ) dan tulisan tulisan berdasarkan ururtan yang di susun secara sistematis.

Lull ( 1998 : 23 ) dalam Alex sobur ( 2005 : 11 ) Dalam pengertian yang lebih sederhana, wacana berarti cara obyek atau ide diperbincangkan secara terbuka kepada publik sehingga menimbulkan pemahaman tertentu yang tersebarluas.

2.1.2 Pengertian Analisis Wacana kritis

Analisa wacana adalah sebuah alternatif dari analisis isi selain analisis isi kuantitatif yang dominan dan banyak di pakai. Jika analisis isi ” kuantitatif” lebih menekankan pada pertanyaan ”Apa” ( What ), analisis wacana lebih melihat pada ”bagaimana” ( How) dari pesan atau teks komunikasi. Melalui analisis wacana kita bukan hanya mengetahui bagaimana isi teks berita, tetapi juga bagaimana pesan itu disampaikan. Lewat kata, frase, kalimat , metafora apapun namanya suatu berita disampaikan. Menurut Eriyanto ( 2001 : 337-341 ) pertama, dalam analisisnya analisis wacana lebih bersifat kualitatif dibandingkan dengan analisis isi yang umumnya kuantitatif. Analisis wacana lebih menekankan pemaknaan teks ketimbang panjumlahan unit kategori separti dalam analisis isi, Dasar dari analisis wacana adalah Interpretatif yang mengandalkan interpretasi dan penafsiran peneliti. Kedua, analisis isi kuantitatif pada umumnya hanya dapat digunakan untuk membedah muatan teks komunikasi yang bersifat manifest ( nyata ), sedangkan analisis wacana justru berpretensi memfokuskan pada pesan laten ( tersembunyi ) Makna suatu pesan dengan demikian tidak bisa hanya ditafsirkan sebagai apa yang tampak nyata dalam teks, namun harus dianalisis dari makna yang tersembunyi. Pretensi analisis wacana adalah muatan, nuansa, dan makna yanglaten dalam teks.

Dari segi analisisnya, ciri dan sifat wacana itu dapat dikemukakan sebagai berikut Syamsudin ( 192 : 6 ) dalam Alex sobur ( 2006 : 49 ) :
1. Analisis wacana membahasa kaidah memakai bahasa di dalam masyarakat.
2. Analisis wacana merupakan usaha memahami makna tuturan dalam konteks, teks dan situasi.
3. Analisis wacana merupakan pemahaman rangkaian tuturan melalui interpretasi semantik.
4. Analisis wacana berkaitan dengan pemahaman bahasa dalam tindak berbahasa.
5. Analisis wacana diarahkan kepada mas memakai bahasa secara fungsional.yarakat.

2.1.3 Metodologi Analisis Wacana kritis

Dari sekian banyak model analisis wacana, model Teun Van Dijk adalah salah satu model yang familiar dan sering dipakai untuk mengelaborasikan elemen – elemen wacana sehingga bisa diaplikasikan .
Model Van Dijk adalah model yang sedikit banyak mengadopsi dari pendekatan lapangan ” Psikologi Sosial yaitu sebagai ” Kognisi sosial” Pendakatan yang dilakukan adalah untuk menjelaskan struktur dan terbentuknya proses suatu teks. Eriyanto ( 2001 : 221 ) Menurut Van Dijk, penelitian atas wacana tidak cukup hanya didasarkan pada analisa atas teks semata, karena teks hanya hasil dari suatu praktik produksi yang harus juga diamati

Alex Sobur ( 2006 : 73 ) Van Dijk melihat suatu wacana terdiri atas berbagai struktur/tingkatan, yang masing – masing bagian saling mendukung, menurutnya dibagi menjadi ke dalam tiga tingkatan :

1. Struktur Makro, ini merupakan makna global/umum dari suatu teks yang dapat dipahami dengan melihat topik dari suatu teks. Tema wacana ini bukan hanya isi, tetapi juga sisi tertentu dari suatu peristiwa.
2. Superstruktur, adalah kerangka suatu teks; bagaimana struktur dan elemen wacana disusun dalam teks secara utuh.
3. Struktur Mikro, adalah makna wacana yang dapat diamati dengan menganalisis kata, proposisi, anak kalimat, parafrase yang dipakai dan sebagainya.


Keseluruhan teks dapat dianalisa dengan menggunakan elemen – elemen diatas, semua elemen merupakan satu kesatuan yang saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya.

BAB III
PEMBAHASAN

3.Fenomena Masalah

Pemberitaan Insiden Tanjung Priok
oleh koran Seputar Indonesia dan Media Indonesia

Bahwa suatu berita pada dasarnya adalah hasil konstruksi realitas pengamatan yang dilakukan oleh wartawan, jadi realitas yang terjadi sebenarnya dilapangan adalah suatu realitas yang bersifat subyektif, karena didalamnya bermain berbagai pihak yang berkepentingan diantaranya, Wartawan, pemilik Modal dll. Alex Sobur ( 2006 : 30 ) Dan media tidak berada dalam ruangan vakum. Media sesungguhnya berada di tengah realitas sosial yang sarat dengan berbagai kepentingan, konflik dan fakta yang kompleks dan beragam.

Menurut Louis Althusser ( 1971 ) dalam Alex Sobur ( 2006 : 30 ) menulis bahwa media, dalam hubungan dengan kekuasaan menempati posisi strategis, terutama karena anggapan akan kemampuannya sebagai sarana legimitasi. Media massa sebagaimana mana lembaga - lembaga pendidikan, agama, seni dan kebudayaan marupakan begian dari alat kekuasanaan negara yang bekerja secara ideologiis guna membangun kepatuhann khalayak terhadap kelompok yang berkuasa
Menurut Antonio Gramsci ( 1971 ) dalam Alex Sobur ( 2006 : 30 ) Media adalah sebagai ruang dimana berbagai ieologi di presentasikan. Ini berarti, di satu sisi media bisa menjadi sarana penyebaran ideologi penguasa, alat legimitasi, kontrol atas wacana publik. Namun di sisi lain, media juga bisa menjadi alat resistensi terhadap kekuasaan.

Berdasarkan penjelasan diatas terkait antara media massa dengan fenomena aktual, kami menganalisa seputar insiden Tanjung Priok yang terjadi pada tanggal 14 April 2010, kajian ini menarik karena bersinggungan dengan aspek Sosial, Ekonomu, politik, budaya dsb. Adapun aspek yang kami kaji dan analisa yaitu dari aspek obyektifitas dan ideologi yang terkandung dlm pemberitaan media cetak, Kami pilih kedua koran tersebut dengan pertimbangan :

1. Koran Sindo : adalah salah satu baru yang tumbuh secara significant, scope nasional , dengan tiras 336.000 eksemplar perhari
2. Koran Media Indonesia : adalah salah satu koran nasional yang berdiri pada tanggal 19 Januari 1970, dengan pemberitaan cover both side, tiras

Waktu pemberitaan yang kami analisa yaitu, pemberitaan tanggal 14 April 2010.

3.1.1 Analisa Masalah
Metodologi yang kami gunakan adalah analisis wacana kritis yang dikembangkan oleh Van Diij dimana dalam proses analisanya meliputi :

Alex Sobur ( 2006 : 73 ) Van Dijk melihat suatu wacana terdiri atas berbagai struktur/tingkatan, yang masing – masing bagian saling mendukung, menurutnya dibagi menjadi ke dalam tiga tingkatan :

1. Struktur Makro, ini merupakan makna global/umum dari suatu teks yang dapat dipahami dengan melihat topik dari suatu teks. Tema wacana ini bukan hanya isi, tetapi juga sisi tertentu dari suatu peristiwa.
2. Superstruktur, adalah kerangka suatu teks; bagaimana struktur dan elemen wacana disusun dalam teks secara utuh.
3. Struktur Mikro, adalah makna wacana yang dapat diamati dengan menganalisis kata, proposisi, anak kalimat, parafrase yang dipakai dan sebagainya.

Tanjung priok rusuh
Sindo, 15April 2010

JAKARTA (SI) – Bentrokan berdarah mewarnai penertiban bangunan liar di permakaman tokoh penyebar agama Islam,Al-Arif Billah Hasan bin Muhammad Al- Haddad yang biasa dikenal sebagai Mbah Priok,di Jalan TPU Dobo,Koja,Jakarta Utara,kemarin.

Akibat bentrokan tersebut,sekitar 130 orang harus dilarikan ke rumah sakit dan puluhan mobil dibakar massa. Bahkan tadi malam dua anggota Satpol PP dipastikan meninggal. Korban bernama W Soepono ditemukan sejumlah pegawai PT Pelindo sekitar pukul 22.00 di dekat pintu masuk Pelabuhan Peti Kemas,Koja. Seorang lagi,Ahmad Tajudin dari Satpol PP Jakarta Barat,meninggal dalam perjalanan dari Rumah Sakit (RS) Koja untuk dirujuk ke rumah sakit lain.

Tadi malam beredar kabar masih adanya satu lagi korban meninggal yang belum dievakuasi. Menko Polhukam Djoko Suyanto, Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri, Mendagri Gamawan Fauzi,Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto,dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Wahyono mendatangi RS Koja untuk melihat penanganan korban. Aksi kekerasan memicu keprihatinan sejumlah pihak.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tadi malam menggelar jumpa pers untuk merespons insiden ini. Presiden menyatakan benturan seharusnya dapat dicegah dan dihindari. ”Begitu melihat situasi di lapangan atau situasi sosial yang tidak memungkinkan sebuah tindakan dilakukan, meskipun tindakan itu secara hukum benar, tetap tidak tepat untuk dipaksakan,” katanya.

Atas kejadian ini Presiden langsung berkomunikasi dengan semua pihak terkait dan memberikan delapan instruksi yang harus dijalankan oleh pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Di antara instruksi tersebut Presiden meminta penertiban atau renovasi kompleks makam Mbah Priok dihentikan.“Saya minta (makam Mbah Priok) status quo dan setelah segala sesuatunya dapat dikelola, bicarakan semuanya dengan baik dengan semua pemangku kepentingan,”ujarnya.

Beruntung bentrokan masih bisa diatasi.Aparat Satpol PP dan Polri yang terdesak di Kompleks Pelabuhan II Kontainer dievakuasi dengan 15 kapal menuju ke Gedung Direktorat Pol Air Polda Metro Jaya di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. ”Karena suasana tidak memungkinkan, maka kami evakuasi lewat laut,”ujar Direktur Kepolisian Air Polda Metro Jaya AKBP Edion.

Untuk menenangkan massa, aparat melibatkan tokoh adat dan agama. Sebelumnya, situasi di Pelabuhan Peti Kemas Koja sampai pukul 21.00 masih mencekam. Puluhan kendaraan milik Satpol PP dan Polri dibakar warga.Tidak hanya itu,ratusan warga yang datang juga menjarah Kantor Pelindo,dan sempat membakar pos jaga kompleks pelabuhan. Setelah bentrokan di depan gerbang utama kompleks pemakaman massa sempat mendesak mundur aparat Satpol PP dan Polri.

Ratusan orang terlihat berjalan masuk kompleks Terminal Peti Kemas, Koja, hingga sejauh satu kilometer. Mereka menyisir petugas yang disinyalir bersembunyi di sekitar lokasi.Dalam aksi sweeping ini massa menghancurkan kacakaca hingga menjarah kantor yang ditemui. Bentrokan berawal ketika petugas Satpol PP didukung polisi dari Polres Pelabuhan dan Polres Jakarta Utara mendatangi lokasi, sekitar pukul 06.00 kemarin.

Kedatangan aparat yang dipimpin Wakil Wali Kota Jakarta Utara Atma Sanjaya untuk melaksanakan Instruksi Gubernur No 132/ 2009 tanggal 9 September 2009 menertibkan bangunan di sekitar bekas makam. Tapi upaya tersebut ditentang massa yang menolak penggusuran. Para ahli waris lahan makam Mbah Priok bersikukuh mengklaim kepemilikan tanah di lokasi tersebut hingga 5,4 hektare dengan bukti kepemilikan Eigendom Verponding No 4.341 dan No 1.780.

Saat puluhan petugas tiba di Jalan TPU Dobo, sejumlah pembela ahli waris mulai terlihat menghadang. Mereka melemparkan batu dan menggunakan kayu untuk menghalangi petugas berpakaian lengkap. Massa juga membakar ban bekas. Namun puluhan pemuda tetap terdesak dan terdorong masuk ke lokasi bekas makam. Aparat terus merangsek di depan gapura makam keramat.Alat berat juga sudah bergerak merobohkan sebagian tembok gardu lokasi bekas makam tersebut.

Petugas kemudian mulai masuk melewati portal dan memukul mundur para pemuda. Dari dalam permakaman, massa terus melempari batu ke arah petugas dan alat berat. Sesaat kemudian sejumlah pemuda menyerang balik.Mereka melempari batu dan menyerang dengan senjata tajam dan tombak. Lemparan molotov seketika melukai petugas dan memukul mundur. Sejumlah petugas terluka parah di bagian kepala, tangan, kaki dan perut.

Hermanto misalnya, petugas Satpol PP, terkena luka sayatan pada tangannya hingga nyaris putus. Kemudian petugas Satpol PP dan aparat Polri mundur hingga ke Jalan TPU Dobo.Serangan dihentikan. Barikade petugas kepolisian dilanjutkan pada jarak 10 meter dari gerbang. Upaya negosiasi mulai dilakukan. Ketua FPI DKI Jakarta Habib Salim Alatas menyayangkan terjadinya bentrokan. Pada siang hari ketegangan sempat mereda, tapi bentrokan lebih besar kembali meletus.

Awalnya sejumlah pemuda yang hendak membeli rokok diserang oleh petugas Satpol PP. Mereka dihujani tendangan dan pukulan.Polisi langsung bertindak dan mengamankan kedua pemuda tersebut. Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Ida Mahmuda dan Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Maman Firmansyah turut menjadi sasaran Satpol PP yang marah.Keduanya juga dipukuli saat hendak menengahi permasalahan di lokasi.

”Kami sudah menunjukkan identitas sebagai anggota DPRD, tapi tetap dipukuli seperti maling ayam,”ungkap Ida. Kondisi bertambah runyam ketika massa dari ormas keagamaan berdatangan membantu warga melawan Satpol PP dan polisi.Bentrokan kian tak terkendali. Massa yang mengamuk mendesak mundur aparat dan membakar mobil yang mereka tinggalkan. Sekitar pukul 17.00, aparat dari Satpol PP dan Polri dipukul mundur oleh massa yang jumlahnya jauh lebih banyak. Mereka terjebak di area Terminal Peti Kemas Koja.

Panen Kecaman

Pemprov DKI Jakarta menyayangkan dan menyatakan keprihatinannya atas kerusuhan yang terjadi di sekitar lokasi makam Mbah Priok di Koja,Jakarta Utara. ”Masyarakat jangan salah tafsir,bukan makam,tapi bangunan yang tanpa IMB (izin mendirikan bangunan) yang ditertibkan,”ujar Wagub DKI Prijanto. Sebelumnya, Menko Polhukam Djoko Suyanto menginstruksikan kepada Pemda DKI Jakarta untuk turun tangan langsung mengatasi masalah ini.

Kepada Seputar Indonesia, dia mengaku telah meminta Prijanto menyelesaikan kasus ini dengan baik dan tanpa adanya pertikaian lagi antara Satpol PP dan massa. DPRD DKI Jakarta mereaksi keras insiden tersebut dengan mengancam akan membentuk panitia khusus (pansus). Mereka menilai bentrokan terjadi karena Satpol PP mengedepankan pendekatan kekerasan dibandingkan dialog. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj mengaku prihatin atas aksi brutal Satpol PP terhadap warga saat pembongkaran makam Mbah Priok. Dia berharap pemerintah bisa lebih bijaksana. (helmi syarif/nurul huda/isfari hikmat/windi wicaksono)
3.1.3. Kajian Analisa Berita Sindo:

ELEMEN WACANA VAN DIJK

1. Struktur Makro ( TEMA )
Temanya adalah : Penertiban bangunan liar pemakaman Al-Arif Billah Hasan Bin Muhammad Al- Haddad.
2. Superstruktur ( TEMATIK / kerangka susunan )
• Judul dibuat lugas apa adanya
• Pendahuluan : Awal pemberitaan dengan menampilkan data – data para
Korban bentrokan sejumlah 130 orang.
Kedatangan otoritas petinggi negara mulai dari level menteri sampai dengan level pemda DKI

• Isi : Konferensi pers oleh presiden SBY. Untuk berkomunikasi dengan semua pihak dan mekondisikan makam menjadi status Quo.
Gembaran Kronologis kejadian diawali degan kedatangan walikota Jakut, adanya pengahadangan sampai terjadinya bentrokan

• Penutup : Menampilkan, profil ketua umum PBNU KH Said Aql Siradj,pada baria terakhir, dengan menekankan pentingnya mencari solusi masalah ke arah yang lebih baik. Dan bijaksana

3. Struktur Mikro ( SEMANTIK / tanda atau makna ekplisit / implist)
Adanya penonjolan berita yang lebih condong pada pihak toritas, baris ke 3,4, 5, 5, 13, 15 dan baris terakhir

4. Struktur Mikro SINTAKSIS ( bagaimana pendapat di sampaikan )
• Pendapat tema disampaikan dengan menggunakan kalimat tidak langsung berupa himbauan, pada baris kalimat ke empat dan kelima tentang status quonya makan oleh presiden SBY.
• Pendapat tema bersambung denga kalimt tidal langsung oleh wakil gubernur DKI Prijanto, atas keprihatinannya atas insiden priok,
5. Struktur Mikro Stilistik ( pilihan kata yang dipakai )
• Kata – kata Bentrokan ( baris ke 1,2 12 dan 14 ), kata – kata anggota tubuh seperti tangan ( baris ke 11, 12
6. Struktur Mikro Retoris ( bagaimana dan dengan cara apa penekanan )
• Gaya bahasa makna Denotatif ( sesuai kamus ) pada kata Rusuh dalam judul
• Gaya Bahasa Repetisi ( pengulangan ) pada kata bentrokan
• Menonjolkan pentingnya otoritas eksekutif, sebagai penyelenggara pemrintahan daerah.


Hasil Kajian analisa :

• Dalam kasus insiden Priok, Seputar Indonesia pada tataran realita, tidak menggambarkan pemberitaan yang cover both side , obyektif dan seimbang, hal ini terlihat dengan tidak adanya sumber konfirmasi secara seimbang yaitu pada masyarakat dan aparat satpol pp, polisi sebagai pihak yang terlibat langsung.
• Berorientasi pada pemberitaan yang condong dengan, otoritas. Disini terlihat jelas karena dibelakang media indonesia adanya faktor ideologis pemilik yaitu Su

Media Indonesia, 15 April 2010
Kerusuhan koja, jangan gunakan kebijakan tangan besi

JAKARTA--MI: Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas'udi meminta agar kebijakan tangan besi seperti dalam kasus pengosongan areal makam Mbah Priok yang berbuntut bentrokan antara Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan massa di Koja, Jakarta Utara, jangan diulang lagi.

"Ini negara hukum, bukan negara tangan besi. Tidak ada yang tidak bisa diselesaikan secara hukum. Apalagi jika mau sedikit menambah dengan akal sehat dan kesantunan," kata Masdar di Jakarta, Rabu (14/4).

Menurut Masdar, apapun alasannya tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Satpol PP DKI tidak bisa diterima. Otoritas DKI harus segera turun tangan untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa.

Terkait persoalan areal makam Mbah Priok, kata Masdar, pemerintah DKI perlu mempertimbangkan aspirasi dari elemen masyarakat. Apalagi penggusuran itu menyangkut situs sejarah, petilasan, dan makam tokoh Islam yang sangat berjasa dan dihormati.

"Tidak pantas kepentingan bisnis yang memang tidak pernah ada puasnya dibiarkan menggilas saksi-saksi budaya dan keagamaan. Lebih-lebih untuk bangsa yang menjunjung tinggi agama dan keadaban," katanya.

Sebelumnya Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj juga mengungkapkan keprihatinan organisasi Islam terbesar di Indonesia itu terkait bentrokan yang menelan sejumlah korban tersebut. Ia berharap semua pihak menahan diri dari perilaku kekerasan dan mencoba mencari solusi yang lebih baik dan damai dalam menyelesaikan persoalan makam Mbah Priok, termasuk melibatkan tokoh agama. (Ant/OL-03)

Kajian Analisa Berita Media Indonesia :

ELEMEN WACANA VAN DIJK

1. Struktur Makro ( TEMA )
Temanya adalah : penggusuran tanah Mbah Priok

2. Superstruktur ( TEMATIK / kerangka susunan )
a. Pendahuluan : Awal berita menampilkan seorang rais Syuruai pengurus PBNU yang baru KH. Masdar Masud’i dengan kutipan kalimat, ”Ini negara hukum bukan tangan besi”.

b. Isi : Penekanan aspek kata Kekerasan yang dilakukan oleh aparat satpol pp DKI.

Penekanan pertimbangan – perimbangan sejarah, petilasan dan makam tokoh Islam

Pertimbangan aspirasi elemen masyarakat

Penekanan kutipan dari tokoh yang sama tentang pentingnya aspek Kebudayaan dan keagamaan

• Penutup : Adanya solusi dengan menampilkan, profil ketua umu PBNU yang baru, KH Said Aqil Siradj, penekanan kata – kata semua pihak menahan diti, perlunya pelibatan tokoh agama.

3. Struktur Mikro ( SEMANTIK / tanda atau makna ekplisit / implist)
Adanya penonjolan informasi berita dari sisi profil dari institusi keislaman mulai dari rais syuriah sampai dengan ketua PBNU

4. Struktur Mikro SINTAKSIS ( bagaimana pendapat di sampaikan )
• Pendapat tema disampaikan dengan menggunakan kalimat tidak langsung berupa kecaman, pada baris kalimat kedua dan kelima oleh Rais Syuriah KH. Masdar Mas’udi.
• Pendapat tema bersambung dengan menampilkan tokoh PBNU KH Said Aqil Siradj pada baris terakhir, isi pendapat tema berupa anjuran.

5. Struktur Mikro Stilistik ( pilihan kata yang dipakai )
• Kata – kata Budaya, Adab, kekerasan, hukum
6. Struktur Mikro Retoris ( bagaimana dan dengan cara apa penekanan )
• Gaya bahasa Hiperbolik ( berlebihan ) pada kata Tangan Besi
17
• Gaya Bahasa Repetisi ( pengulangan ) pada kata Kekerasan, hukum
• Menonjolkan pentingnya institusi NU sebagai lembaga keagamaan
• Menonjolkan kekerasan budaya aparat satpol pp sebagai otoritas pemerintah daerah.

Hasil Kajian analisa :

• Dalam kasus insiden Priok, media Indonesia pada tataran realita, tidak menggambarkan pemberitaan yang cover both side , obyektif dan seimbang, hal ini terlihat dengan tidak adanya sumber konfirmasi pihak – pihak terlibat untuk dimintai keterangan. Pihak terlibat tersebut : Masyarkat, Satpol PP, Kepolisian. sebaliknya yang dimita keterangan adalah pihak yang tidak terlibat yaitu tokoh – tokoh PBNU.
• Berorientasi pada pemberitaan yang condong dengan, keagamaan. Diini terlihat jelas karena dibelakang media indonesia adanya faktor ideologis pemilik yaitu Surya Paloh yang berasal dari aceh, beragama islam.


BAB IV
KESIMPULAN

• Analisa Wacana Kritis adalah salah satu pendekatan kualitatif yang menginduk pada paradigma Kritis.
• Analisa Wacana kritis adalah salah satu metodologi dalam pemaknaan teks.
• Analisa wacana Kritis adalah pendekatan yang berorientasi pada interpretasi atau penafsiran peneliti
• Analisa Wacana kritis adalah salah satu pendekatan yang menganalisa apa yang ada dibalik teks dan ideologi apa yang ada dibalik teks.

DAFTAR PUSTAKA

Denzin NK & Lincoln YS, 2009, Handbook of Qualitative Research, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Kriyantono, Rachmat, 2008, Teknis Praktis Riset Komunikasi, Kencana Pranada Media Group, Jakarta.

Muhadjir, Noeng, 2000, Metode Penelitian Kualitatif, Rake Sarasin, Yogyakarta

Moleong, Lexy, edisi revisi 2006, Metode Penelitian Kualitatif, Remaja Rosda Karya, Bandung.

Sudarso, 2008, Metode Penelitian Sosial, Kencana Pranada Media Group, Jakarta.

Sobur, Alex, 2006, Analisis Teks Media, Remaja Rosda Karya , Bandung.


Ditulis oleh: Agus Budiana,Rinta Imron,Andi Banus Achir
Disiapkan untuk tugas mata kuliah Riset Komunikasi

Jumat, 07 Mei 2010

The best love for the Lord

By: Harris Gumulja

1. Loving You, Lord's all I'm living for;
Loving You, Lord, to the uttermost.
Lord, forgive me if I've left my first love,
That's the bridal love to You.
You are more than any one I love.
You are more than anything I have,
Even my dear self; nothing can compare
To my beloved Bridegroom.
* I give You the first place in all things by faith.
Let nothing take Your place in all my heart.
Infuse me with Yourself abundantly
'Til we meet, dear Lord.
I'll love You with the best love.
2. You've the right to take all that I love,
But replace it with Yourself much more.
You are what I need, give Yourself to me,
Do not give all that I want.
Everything is sure to pass away,
Everyone is going their own way.
But I still have You and You have me too,
Loving one another's sweet.
3. I treasure my time alone with You,
Just to gain the best love You long for.
My dearest Husband, draw me with Yourself
Into Your chambers right now.
Be the first in all my work and life,
Be the first in all my service too.
In relationships, You must be the first;
Have preeminence in me.

Teori Komunikasi Organisasi

PENDAHULUAN

Kata komunikasi berasal dari bahasa latin “communis” atau “commo” dalam Bahasa Inggris yang berarti sama. Berkomunikasi berarti kita berusaha untuk mencapai kesamaan makna, “commonness”. Organisasi merupakan suatu kumpulan atau sistem individual yang melalui suatu hierarki/jenjang dan pembagian kerja, berupaya mencapai tujuan yang ditetapkan. Manusia di dalam kehidupannya harus berkomunikasi artinya memerlukan orang lain dan membutuhkan kelompok atau masyarakat untuk saling berinteraksi. Hal ini merupakan suatu hakekat bahwa sebagian besar pribadi manusia terbentuk dari hasil integrasi sosial dengan sesama dalam kelompok dan masyarakat.

Di dalam kelompok/organisasi terdapat bentuk kepemimpinan yang merupakan masalah penting untuk kelangsungan hidup kelompok, yang terdiri dari pemimpin dan bawahan/karyawan. Di antara kedua belah pihak harus ada two-way-communications h atau komunikasi timbal balik, untuk mencapai cita-cita, baik cita-cita pribadi, maupun kelompok, untuk mencapai tujuan suatu organisasi.

Hubungan yang terjadi merupakan suatu proses dari suatu keinginan masing-masing individu untuk memperoleh suatu hasil yang nyata dan dapat memberikan manfaat untuk kehidupan yang berkelanjutan. Kehidupan organisasi tidak mungkin dipisahkan dari komunikasi efektif. Komunikasi efektif tergantung pada kemampuannya menjawab dan mengantisipasi perubahan lingkungan luar organisasi sesuai dengan perkembangan internal organisasi itu sendiri. Di samping itu dalam komunikasi didasari beberapa perspektif dalam pengembangannya sehingga berperanan penting dalam organisasi.

Perspektif dan Peranan Komunikasi Dalam Organisasi serta Teori-teori Organisasi

A. Perspektif yang Mendasari Komunikasi Organisasi

Sejumlah teori komunikasi menggunakan metode dan logika penjelasan yang terdiri dari empat perspektif yang mendasari pengembangan teori dalam ilmu komunikasi. Keempat perspektif itu adalah:

1. Covering Law Theories

Pespektif ini berangkat dari prinsip sebab-akibat atau hubungan kausal. Rumusan umum dari prinsip ini antara lain dicerminkan dalam pernyataan hipotesis. Menurut Dray penjelasan Covering Law Theories didasarkan pada dua asas:
a. Teori berisikan penjelasan yang berdasarkan pada keberlakuan umum/hukum umum.
b. Penjelasan teori berdasarkan analisis keberaturan. Dalam Covering Law Theories terdapat tiga macam penjelasan:
Deductive-Nomological (D-N), penjelasan terbagi atas dua bagian, yaitu objek penjelasan (apa yang dijelaskan) dan subjek penjelasan (apa yang menjelaskan).
Contoh semua X . . adalah Y. X dan Y bersifat universal.
Deductive-Statistical (D-S), berdasarkan prinsip probabililstik dalam ststistik. Formulanya dapat dirumuskan sebagai berikut: P (X,Y)=R, menyatakan R menunjukan bahwa proporsi X bersama Y bisa sama dengan R.
Inductive-Statistical (I-S), prisipnya sama dengan D-S, bedanya subjek penjelasan dijadikan pendukung induktif untuk menerangkan objek penjelasan. Contoh; P (T,R) = 0,90. Prinsip Covering Laws ini pada dasarnya memiliki keterbatasan: a. Keberlakuan prinsip universalitas bersifat relatif.
b. Formula statistik Covering Law Theories sulit diterapkan dalam mengamatia tingkah laku manusia. Karena pada dasarnya tingkah laku manusia suka berubah dan sulit diterka.
c. Manusia dalam kehidupannya juga terikat pada ikatan budaya tertentu. d. Kehidupan manusia penuh keragaman dan kompleks.
e. Terlalu berdasar pada hitungan statistik yang belum tentu sesuai dengan realitas.

2. Rule Theories

Pemikiran perspektif ini berdasarkan pada prinsip praktis bahwa manusia aktif memilih dan mengubah aturan-aturan yang menyangkut kehidupannya. Agar komunikasi dapat berlangsung dengan baik individu-individu yang berinteraksi harus menggunakan aturan-aturan dalam menggunakan lambang-lambang. Bukan hanya aturan mengenai lambang itu sendiri, tetapi juga harus ada aturan atau kesepakatan dalam hal giliran berbicara, bagaimana bersikap sopan santun atau sebaliknya, bagaimana harus menyapa, dan sebagainya, agar tidak terjadi konflik atau kekacauan.

Perspektif ini memiliki dua ciri utama:
a. Aturan pada dasarnya merefleksikan fungsi-fungsi perilaku dan kognitif yang kompleks dari kehidupan manusia.
b. Aturan menunjukan sifat-sifat dari keberaturan yang berbeda dari keberaturan sebab akibat. Para ahli penganut aliran evolusi mengemukakan bahwa dalam mengamati tingkah laku manusia, perspektif ini menunjuk tujuh kelompok di mana masing-masing mempunyai penekanan yang berbeda dalam pengamatannya.

Memfokuskan perhatiannya pada pengamatan tingkah laku sebagai aturan. mengamati tingkah laku yang menjadi kebiasaan. menitikberatkan perhatiannya pada aturan-aturan yang menentukan tingkah laku. mengamati aturan-aturan yang menyesuaikan diri dengan tingkah laku. memfokuskan pengamatannya pada aturan-aturan yang mengikuti tingkahlaku. mengikuti aturan-aturan yang menerapkan tingkah laku memfokuskan perhatiannya pada tingkah laku yang merefleksikan aturan.

Dalam konteks komunikasi antarpribadi, pemikiran perspektif ini menekankan bahwa tingkah laku manusia merupakan hasil atau refleksi dari penerapan aturan yang disepakati bersama. Dalam hal ini ada empat proposisi yang diajukan:
a. Tindakan-tindakan yang bersifat gabungan, kombinasi dan asosiasi merupakan ciri-ciri perilaku manusia.
b. Tindakan-tindakan di atas disampaikan melalui pertukaran informasi simbolis.
c. Penyampaian informasi simbolis menuntut adanya interaksi antarsumber, pesan, dan penerima yang sesuai dengan aturan komunikasi yang disepakati.
d. Aturan-aturan komunikasi ini mencakup pola-pola umum dan khusus.

3. System Theories

Secara umum sistem mempunyai empat ciri:
a. Sistem adalah suatu keseluruhan yang terdiri dari elemen- elemen yang masing-masing mempunyai karakteristik tersendiri.
b. Sistem berada secara tetap dalam lingkungan yang berubah.
c. Sistem hadir sebagai reaksi atas lingkungan.
d. Sistem merupakan koordinasi dari hirarki.
Ada banyak jenis sistem, tetapi yang sering terkait dengan teori komunikasi adalah sistem terbuka dan structural-functional. Sistem terbuka (open sistem) ditandai dengan: Unsur-unsur yang ada dalam sistem Fungsi dari masing-masing sistem Hubungan antara unsur dalam sistem Lingkungan sosial budaya di mana sistem berada. Komunikasi organisasi banyak dipengaruhi oleh logika berpikir sistem, di mana komunikasi organisasi berhubungan dengan komunikasi interpersonal dalam oranisasi yang di dalamnya terdapat hierarki.

4. Symbolic Interactionisme

Perspektif ini berkembang dari sosiologi. Menurut Jarome Manis dan Bernard Meletzer terdapat tujuh proposisi umum yang mendasarinya:
a. Tingkah laku manusia dan interaksi antarmanusia dilakukan melalui perantaraan lambang-lambang yang mengandung arti.
b. Orang menjadi menusiawi setelah berinteraksi dengan orang-orang lain.
c. Masyarakat merupakan himpunan dari orang-orang yang berinteraksi.
d. Manusia secara sukarela aktif membentuk tingkah lakunya sendiri.
e. Kesadaran dan proses berpikir seseorang melibatkan proses interaksi dalam dirinya.
f. Bahwa manusia membangun tingkah lakunya dalam melakukan tindakan-tindakannya. g. Untuk memahami tingkah laku manusia diperlukan penelaahan tentang tingkah laku perbuatan tersembunyi (Sendjaja, 2005).

B. Peranan Komunikasi Dalam Organisasi

Dalam suatu organisasi baik yang berorientasi komersial maupun sosial, tindak komunikasi dalam organisasi atau lembaga tersebut akan melibatkan empat fungsi/peranan, yaitu:

1. Fungsi Informatif

Organisasi dapat dipandang sebagai suatu sistem pemrosesan informasi (information-processing system). Maksudnya, seluruh anggota dalam suatu organisasi berharap dapat memperoleh informasi yang lebih banyak, lebih baik dan tepat waktu. Informasi yang didapat memungkinkan setiap anggota organisasi dapat melaksanakan pekerjaannya secara lebih pasti informasi pada dasarnya dibutuhkan oleh semua orang yang mempunyai perbedaan kedudukan dalam suatu organisasi. Orang-orang dalam tataran manajemen membutuhkan informasi untuk membuat suatu kebijakan organisasi ataupun guna mengatasi konflik yang terjadi di dalam organisasi. Sedangkan karyawan (bawahan) membutuhkan informasi tentang jaminan keamanan, jaminan sosial dan kesehatan, izin cuti dan sebagainya.

2. Fungsi Regulatif

Fungsi regulatif ini berkaitan dengan peraturan-peraturan yang berlaku dalam suatu organisasi. Pada semua lembaga atau organisasi, ada dua hal yang berpengaruh terhadap fungsi regulatif ini, yaitu:
a. Atasan atau orang-orang yang berada dalam tataran manajemen yaitu mereka yang memiliki kewenangan untuk mengendalikan semua informasi yang disampaikan. Disamping itu mereka juga mempunyai kewenangan untuk memberikan instruksi atau perintah, sehingga dalam struktur organisasi kemungkinan mereka ditempatkan pada lapis atas (position of authority) supaya perintah-perintahnya dilaksanakan sebagaimana semestinya. Namun demikian, sikap bawahan untuk menjalankan perintah banyak bergantung pada: Keabsahan pimpinan dalam penyampaikan perintah Kekuatan pimpinan dalam memberi sanksi Kepercayaan bawahan terhadap atasan sebagai seorang pemimpin sekaligus sebagai pribadi Tingkat kredibilitas pesan yang diterima bawahan.
b. Berkaitan dengan pesan atau message. Pesan-pesan regulatif pada dasarnya berorientasi pada kerja. Artinya, bawahan membutuhkan kepastian peraturan-peraturan tentang pekerjaan yang boleh dan tidak boleh untuk dilaksanakan.

3. Fungsi Persuasif

Dalam mengatur suatu organisasi, kekuasaan dan kewenangan tidak akan selalu membawa hasil sesuai dengan yang diharapkan. Adanya kenyataan ini, maka banyak pimpinan yang lebih suka untuk mempersuasi bawahannya daripada memberi perintah. Sebab pekerjaan yang dilakukan secara sukarela oleh karyawan akan menghasilkan kepedulian yang lebih besar dibanding kalau pimpinan sering memperlihatkan kekuasaan dan kewenangannya

4. Fungsi Integratif

Setiap organisasi berusaha menyediakan saluran yang memungkinkan karyawan dapat dilaksanakan tugas dan pekerjaan dengan baik. Ada dua saluran komunikasi formal seperti penerbitan khusus dalam organisasi tersebut (newsletter, buletin) dan laporan kemajuan oraganisasi; juga saluran komunikasi informal seperti perbincangan antarpribadi selama masa istirahat kerja, pertandingan olahraga ataupun kegiatan darmawisata. Pelaksanaan aktivitas ini akan menumbuhkan keinginan untuk berpartisipasi yang lebih besar dalam diri karyawan terhadap organisasi (Mulyana, 2008).

C. Teori-teori Organisasi




1. Teori organisasi klasik

Konsep tentang organisasi telah berkembang mulai 1880-an dan dikenal sebagai teori klasik (classical theory). Dampak teori ini terhadap organisasi masih sangat besar. Sebagai contoh organissi yg didasarkan birokrasi dan banyak bagian dari teori klasik Menurut teori organisasi klasik, rasionalitas, efisiensi, dan keuntungan ekonomis merupakan tujuan organisasi. Teori ini juga menyatakan bahwa manusia diasumsikan bertindak rasional sehingga secara rasional dengan menaikkan upah, produktivitas akan meningkat.

Max Weber dengan konsep birokrasi idealnya menekankan pada konsep otoritas dan kekuasaan yang sah untuk melakukan kontrol kepada pihak lain yang berada di bawahnya sehingga organisasi akan terhindar dari penyalahgunaan kekuasaan dan ketidakefisienan. Frederick Taylor mengajukan konsep "manajemen ilmiah" yang inti gagasannya adalah "bagaimana cara terbaik untuk melakukan pekerjaan". Untuk ini Taylor membuat standardisasi mulai dari seleksi (rekruitmen) dan penempatan yang menurutnya merupakan sistem hubungan kerja antara manusia dengan mesin sehingga pekerjaan dapat dianalisis secara ilmiah.

Henry Fayol mengembangkan teori yang memusatkan perhatiannya pada pemecahan masalah-masalah fungsional kegiatan administrasi. Fayol mengajukan konsep planning, organizing, command, coordination, dan control yang menjadi landasan bagi fungsi dasar manajemen. Fayol juga mengemukakan empat belas prinsip yang sangat fleksibel yang digunakan sebagai dasar bagi manajer dalam mengelola organisasi. Keempat belas prinsip itu adalah pembagian kerja, wewenang dan tanggung jawab, disiplin, kesatuan perintah, kesatuan arah, mengutamakan kepentingan umum, pemberian upah, sentralisasi, rantai perintah, ketertiban, keadilan, kestabilan masa kerja, inisiatif, dan semangat korps. Gagasan Fayol sendiri didukung oleh koleganya di AS yaitu Gulick, Urwick, Mooney dan Reiley.

Menurut James D. Mooney terdapat empat prinsip dasar untuk merancang organisasi, yaitu :
a. Koordinasi, yang meliputi wewenang, saling melayani, serta perumusan tujuan dan disiplin
b. Prinsip skalar, meliputi prinsip, prospek, dan pengaruh sendiri, tercermin dari kepemimpinan, delegasi dan definisi fungsional
c. Prinsip fungsional, yaitu funsionalisme tugas yang berbeda
d. Prinsip staf, yaitu kejelasan perbedaan antara staf dan lini Meskipun mendapat banyak kritik yang menganggap bahwa teori-teori klasik itu telah mengabaikan faktor humanistik, deterministik, dan tertutup, tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa teori klasik merupakan peletak dasar dari teori-teori organisasi modern.

2. Teori tradisional (teori peralihan)

Teori tradisional muncul sebagai reaksi atas konsep-konsep yang dikemukakan oleh para ahli teori klasik meskipun tidak sepenuhnya mengabaikan prinsip-prinsip yang dikemukakan oleh teori klasik. Pendekatan yang dilakukan oleh ahli teori ini adalah pendekatan perilaku atau bahavioral approach (human relation approach). Pendekatan ini dilakukan dengan mengadakan eksperimen yang dikenal dengan Hawthorne Experiment yang secara garis besar dibagi dalam 4 tahap.
a. Mengkaji efek lingkungan dari produktivitas pekerja
b. Melakukan konsultasi dengan pekerja yang ikut eksperimen
c. Melakukan wawancara dengan pekerja (yang tidak ikut eksperimen) melalui pertanyaan terbuka
d. Eksperimen yang dikenal dengan bank - wiring - room experiment.

Hasil eksperimen tersebut adalah :
a. Sistem sosial para pekerja ikut berperan dalam organisasi formal
b. Imbalan nonfinansial dan sanksi berperan dalam mengarahkan perilaku pegawai
c. Kelompok ikut berperan dalam menentukan kinerja dan sikap anggota kelompok
d. Munculnya pola kepemimpinan informal
e. Komunikasi yang makin intensif
f. Kepuasan dan kenyamanan bekerja meningkat
g. Pihak manajemen dituntut untuk lebih memahami situasi sosial.

Experiment Hawthorne menjadi pemicu munculnya beberapa pemikiran baru (yang masih dalam kerangka humanistik). Termasuk munculnya teori sistem yang melihat organisasi sebagai suatu sistem yang memiliki
a. Subsistem teknis
b. Subsistem sosial
c. Subsistem kekuasaan.
Kemudian juga muncul teori kontingensi yang dibangun atas dasar prinsip-prinsip yang telah dikembangkan oleh pendekatan sistem. Teori kontingensi ini pada prinsipnya melihat bahwa organisasi harus berlandaskan pada sistem yang terbuka (open system concept)

3. Teori mutakhir



Teori mutakhir atau modern merupakan pengembangan aliran hubungan manusiawi sekaligus sebagai pandangan baru tentang perilaku manusia dan sistem sosial. Dalam teori ini konsep manusia yang mewujudkan diri (motivasi manusia) sangat penting bagi manajemen organisasi.
Terdapat empat prinsip dasar perilaku organisasi, yaitu :
a. Manajemen tidak dapat dipandang sebagai proses teknik secara ketat (peranan, prosedur, dan prinsip)
b. Manajemen harus sistematis dan pendekatan yang digunakan dengan pertimbangan secara hati-hati
c. Organisasi sebagai suatu keseluruhan dan pendekatan manajer individual dalam pengawasan harus sesuai dengansituasi
d. Pendekatan motivasional yang menghasilkan komitmen pekerja terhadap tujuan organisasi sangat perlu. Berdasarkan berbagai teori yang dikemukakan, baik teori klasik, teori tradisional, maupun teori mutakhir mengindikasikan bahwa kinerja lembaga atau organisasi sangat ditentukan oleh sistem komunikasi yang diterapkan, baik menyangkut praktik komunikasi, pola pendekatan, media komunikasi, maupun ketersediaan sarana umpan balik. Variabel-variabel tersebut akan menentukan produktivitas kinerja lembaga. Demikian pula dalam praktiknya, kegiatan komunikasi hendaknya memperhatikan beragam bentuk komunikasi, seperti komunikasi ke bawah, komunikasi ke atas, komunikasi horizontal, komunikasi lintas saluran dan komunikasi informal. Semakin kreatif dan variatif organisasi itu menggunakan bentuk komunikasi, maka akan semakin tinggi tingkat produktivitas kinerja lembaga tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Sendjaja, Sasa Juarsa. Teori Komunikasi. Jakarta: Universitas Terbuka, 2005

Mulyana, A. 2008. Komunikasi Dalam Organisasi (KDO).

Littlejohn, Stephen , Theories of Human Communication, Wadsworth Publishing Company, 1999

IKLIM ORGANISASI


Pengertian Iklim Organisasi

Iklim organisasi memiliki banyak definisi. Definisi pertama dikemukakan oleh Forehand and Gilmers pada tahun 1964, yang menyatakan bahwa iklim organisasi adalah serangkaian deskripsi dari karakteristik organisasi yang bertahan dalam jangka waktu lama (Toulson & Smith, 1994:455). Pada tulisan Litwin dan Stringer, seperti dikutip Toulson dan Smith (1994:457) mendefinisikan iklim organisasi sebagai suatu yang dapat diukur pada lingkungan kerja baik secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh pada karyawan dan pekerjaannya dimana tempat mereka bekerja dengan asumsi akan berpengaruh pada motivasi dan perilaku karyawan.
Davis dan Newstrom (2001:25) memandang iklim organisasi sebagai kepribadian sebuah organisasi yang membedakan dengan organisasi lainnya yang mengarah pada persepsi masing-masing anggota dalam memandang organisasi.
Jadi dapat disimpulkan bahwa iklim organisasi adalah serangkaian deskripsi dari karakteristik organisasi yang membedakan sebuah organisasi dengan organisasi lainnya yang mengarah pada persepsi masing-masing anggota dalam memandang organisasi.

Pendekatan Iklim Organisasi

James dan Jones dalam Toulson dan Smith (1994:455) membagi iklim organisasi dalam tiga pendekatan, yaitu:
a. Multiple measurement – organizational approach
Pendekatan ini memandang bahwa iklim organisasi adalah serangkaian karakteristik deskriptif dari organisasi yang mempunyai tiga sifat, yaitu: relatif tetap selama periode tertentu, berbeda antara organisasi satu dengan organisasi lainnya, serta mempengaruhi perilaku orang yang berada dalam organisasi tersebut. Faktor-faktor utama yang mempengaruhi adalah ukuran, struktur, kompleksitas sistem, gaya kepemimpinan, dan arah tujuan organisasi.
b. Perseptual measurement – organizational attribute approach
Pendekatan ini juga memandang iklim organisasi sebagai atribut organisasi, tetapi pendekatan ini lebih menekankan penggunaan pengukuran persepsi daripada pengukuran secara obyektif seperti ukuran dan struktur organisasi.
c. Perseptual measurement – individual approach
Pendekatan ini memandang iklim sebagai serangkaian ringkasan atau persepsi global yang mencerminkan sebuah interaksi antara kejadian yang nyata dalam organisasi dan persepsi terhadap kejadian tersebut. Pendekatan ini menekankan pada atribut organisasi yang nyata ke sebuah ringkasan dari persepsi individu. Dengan pendekatan ini, variabel intervensi yang disebabkan oleh kejadian-kejadian baik yang dialami oleh individu maupun organisasi dapat mempengaruhi perilaku individu-individu tersebut. Oleh karena itu, iklim organisasi dapat berlaku sebagai variabel bebas maupun terikat.


Dimensi Iklim Organisasi

Toulson dan Smith (1994:457) menerangkan dalam jurnalnya bahwa konsep iklim organisasi pertama kali dikemukakan oleh Litwin dan Stringer pada tahun 1968. Iklim organisasi oleh Litwin dan Stringer, dijabarkan atau diukur melalui lima dimensi, yaitu:
a. Responsibility (tanggung jawab)
b. Identity (identitas)
c. Warmth (kehangatan)
d. Support (dukungan)
e. Conflict (konflik)

Pengertian dari masing-masing dimensi tersebut adalah sebagai berikut:

1. Tanggung Jawab
Tanggung jawab (responsibility) adalah perasaan menjadi pimpinan bagi diri sendiri, tidak selalu harus mengecek ulang semua keputusan yang diambil, ketika karyawan mendapat suatu pekerjaan, karyawan yang bersangkutan mengetahui bahwa itu adalah pekerjaannya (Toulson & Smith, 1994:457).
Tanggung jawab adalah kewajiban seseorang untuk melaksanakan fungsi yang ditugaskan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan pengarahan yang diterima (Flippo, 1996:103) atau tingkatan sejauh mana anggota organisasi bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang dibebankan (Cherrington, 1996:560).
Tanggung jawab berhubungan dengan delegasi, Handoko (2000:224) menyatakan bahwa delegasi dapat didefinisikan sebagai pelimpahan wewenang dan tanggung jawab formal kepada orang lain untuk menjalankan kegiatan tertentu. Delegasi wewenang adalah proses dimana para manajer mengalokasikan wewenang ke bawah kepada orang-orang yang melapor kepadanya. Empat kegiatan terjadi ketika delegasi dilakukan:
a. Pendelegasian menetapkan tujuan dan tugas pada bawahan.
b. Pendelegasian melimpahkan wewenang yang diperlukan untuk mencapai tujuan atau tugas
c. Penerimaan delegasi, baik implisit atau eksplisit, menimbulkan tanggung jawab.
d. Pendelegasian menerima pertanggungjawaban bawahan untuk hasil-hasil yang dicapai.
Agar delegasi menjadi efektif bagi bawahan diperlukan pedoman,
Handoko (2000:225), menggutip Stoner tentang pedoman delegasi yang efektif:
a. Prinsip skalar
Dalam proses pendelegasian harus ada wewenang yang jelas. Garis wewenang yang jelas akan membuat lebih mudah bagi setiap anggota organisasi mengetahui: kepada siapa dia dapat mendelegasikan, dari siapa dia akan menerima delegasi, dan kepada siapa dia harus memberikan pertanggungjawaban.
b. Prinsip kesatuan perintah
Prinsip ini menyatakan bahwa setiap bawahan dalam organisasi seharusnya melaporkan kepada seorang atasan. Pelaporan kepada lebih dari satu atasan membuat individu mengalami kesulitan untuk mengetahui kepada siapa pertanggungjawaban diberikan dan mana instruksi yang diikuti. Di samping itu, bawahan dapat menghindari pelaksanaan tugas yang jelek dengan alasan banyaknya tugas dari atasan yang lain.
c. Tanggung jawab, wewenang, dan akuntabilitas
Prinsip ini menyatakan bahwa tanggung jawab untuk tugas-tugas tertentu diberikan ke tingkatan organisasi yang paling bawah dimana ada cukup kemampuan dan informasi untuk menyelesaikannya serta diberi wewenang secukupnya. Bagian penting dari delegasi tanggung jawab dan wewenang adalah akuntabilitas. Penerimaan tanggung jawab dan wewenang berarti individu juga setuju untuk menerima tuntutan pertanggung jawaban tugas.
Dengan penjelasan di atas maka karyawan akan merasa senang menerima tanggung jawab yang diberikan atasannya, karena selain mendapat kejelasan mengenai batasan-batasan tugas yang diterimanya serta kepada siapa dia harus mempertanggung jawabkan hasil kerjanya, karyawan termotivasi untuk menerima tanggung jawab lain dan menyelesaikan tugas yang diterimanya dengan baik.

2. Identitas
Identitas (identity) adalah perasaaan memiliki (sense of belonging) terhadap perusahaan dan diterima dalam kelompok (Toulson & Smith, 1994:457).

3. Kehangatan
Kehangatan (warmth) adalah perasaan terhadap suasana kerja yang bersahabat dan lebih ditekankan pada kondisi keramahan atau persahabatan dalam kelompok yang informal, serta hubungan yang baik antar rekan kerja, penekanan pada pengaruh persahabatan dan kelompok sosial yang informal (Toulson & Smith, 1994:457).

4. Dukungan
Dukungan (support) adalah hal-hal yang terkait dengan dukungan dan hubungan antar sesama rekan kerja yaitu perasaan saling menolong antara manajer dan karyawan, lebih ditekankan pada dukungan yang saling membutuhkan antara atasan dan bawahan (Toulson & Smith, 1994:457).

5. Konflik
Konflik (conflict) merupakan situasi terjadi pertentangan atau perbedaan pendapat antara bawahan dengan pimpinan dan bawahan dengan bawahan. Ditekankan pada kondisi dimana manajer dan para pekerja mau mendengarkan pendapat yang berbeda. Kedua belah pihak bersedia menempatan masalah secara terbuka dan mencari solusinya daripada menghindarinya (Toulson & Smith,1994:457).

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Iklim Organisasi
Menurut Higgins (1994:477-478) ada empat prinsip faktor-faktor yang mempengaruhi iklim, yaitu :
a. Manajer/pimpinan
Pada dasarnya setiap tindakan yang diambil oleh pimpinan atau manajer mempengaruhi iklim dalam beberapa hal, seperti aturan-aturan, kebijakan-kebijakan, dan prosedur-prosedur organisasi terutama masalah-masalah yang berhubungan dengan masalah personalia, distribusi imbalan, gaya komunikasi, cara-cara yang digunakan untuk memotivasi, teknik-teknik dan tindakan pendisiplinan, interaksi antara manajemen dan kelompok, interaksi antar kelompok, perhatian pada permasalahan yang dimiliki karyawan dari waktu ke waktu, serta kebutuhan akan kepuasan dan kesejahteraan karyawan.
b. Tingkah laku karyawan
Tingkah laku karyawan mempengaruhi iklim melalui kepribadian mereka, terutama kebutuhan mereka dan tindakan-tindakan yang mereka lakukan untuk memuaskan kebutuhan tersebut. Komunikasi karyawan memainkan bagian penting dalam membentuk iklim. Cara seseorang berkomunikasi menentukan tingkat sukses atau gagalnya hubungan antar manusia.
Berdasarkan gaya normal seseorang dalam hidup atau mengatur sesuatu, dapat menambahnya menjadi iklim yang positif atau dapat juga menguranginya menjadi negatif.
c. Tingkah laku kelompok kerja
Terdapat kebutuhan tertentu pada kebanyakan orang dalam hal hubungan persahabatan, suatu kebutuhan yang seringkali dipuaskan oleh kelompok dalam organisasi. Kelompok-kelompok berkembang dalam organisasi dengan dua cara, yaitu secara formal, utamanya pada kelompok kerja; dan informal, sebagai kelompok persahabatan atau kesamaan minat.
d. Faktor eksternal organisasi
Sejumlah faktor eksternal organisasi mempengaruhi iklim pada organisasi tersebut. Keadaan ekonomi adalah faktor utama yang mempengaruhi iklim. Contohnya dalam perekonomian dengan inflasi yang tinggi, organisasi berada dalam tekanan untuk memberikan peningkatan keuntungan sekurang-kurangnya sama dengan tingkat inflasi. Seandainya pemerintah telah menetapkan aturan tentang pemberian upah dan harga yang dapat membatasi peningkatan keuntungan, karyawan mungkin menjadi tidak senang dan bisa keluar untuk mendapatkan pekerjaan pada perusahaan lain. Di lain pihak, ledakan ekonomi dapat mendorong penjualan dan memungkinkan setiap orang mendapatkan pekerjaan dan peningkatan keuntungan yang besar, sehingga hasilnya iklim menjadi lebih positif.

SUMBER : jurnal-sdm.blogspot.com/2009/06/iklim-organisasi-definisi-pendekatan.html

Senin, 03 Mei 2010

KESIBUKAN: BERKAT ATAU KUTUKAN

OLEH : AGUSTO D’SANTHO

Kesibukan adalah teman abadi dalam kehidupan manusia. Karena kesibukan selalu
mewarnai kehidupan manusia, hal ini ditandai dengan perkatan klasik dari setiap orang yang mengatakan soari aku gak ada waktu. Ketika seseorang mengatakan sori aku ga ada waktu menunjukkan bahwa semua manusia di bawa dalam keadaan sibuk. Mengapa sih semua orang disibukkan dengan banyka hal, ataau kaalupun sebenarnya tidak sibuk orang merasa dirinya sibuk.




Alasan sibuk ini seringkali dilontarkan karena bebarapa hal, yang pertama kemungkinan adalah orang itu tidak mau diganggu oleh orang lain atau tidak mau terlibat dengan urusan orang lain, sehingga dengan sekenanya orang itu bilang sori saya nggak ada waktu alias gue sedang sibuk.

Kemungkinan lain adalah sibuk dilontarkan sebagai alasan untuk menaikkan kelas, artinya ketika seseorang merasa dirinya sibuk, wah berrati dia adalah orang yang dipercaya atau dipakai oleh banyak orang. Sehingga alasan ini dipakai untuk menaikkan kelasnya.

Atau memang orang itu benar-benar sibuk dengan banyak urusan. Kesibukan benar-benra tidak memberikan ruang baginya untuk bersantai-santai. Ia harus berkutat dengan urusan-urusan yang tidak ada habisnya.

Kenapa sih manusia mau bersibuk-sibuk ria. Yang memilliki waktu senggang merasa dirinya sibuk. Seakan-akan manusia mencari kesibukannya masing-masing. Dalam bahasa Inggris kata sibuk digunakan kata “busy” yang kalo di akronimkan akan berarti “being under satan yoke” atau dalam bahasa Indonesianya adalah di bawah belanggu Satan.

Coba kita renungkan untuk apa sih sebenranya manusia berada dalam kondisi sibuk. Yang memiliki waktu senggang mencarai-cari kesibukan. Setalah kesibukan menjadi teman akrab, manusia mencari ketenangan atau ingi bersantai-santai. Kesibukan manusia diawali dengan keberadaan manusia yang jatuh dalam dosa. Sebelum jatuh dalam dosa manusia hanya memiliki kegiatan menikmati segala cipataan. Kehidupan manusia memiliki perhentian dan kenyamanan. Manusia memiliki persekutuan yang intim dengan Tuhan. Manusia memiliki perhentian yang sejati. Ketika manusia membutuhkan makana mereka tinggal memetik buah yang ada di dalam taman eden, ketika mereka mau beristirahat mereka tak perlu pulangkerumah, karena mereka bisa tidur di bawah pohon tanpa takut adanya gangguan binatang buas. Tetapi begitu manusia jatuh dalam dosa manusia dihadapkan pada kesibukan yang luar biasa. Kesibukan adalah hasil dari perbuatan dosa manusia.

Memang sudah menjadi takdir manusia untuk bersibuk-sibuk ria. Kesibukan membawa manusia tidak ada perhentian, tidak ada ketenangan dan sukacita. Kesibukan membuat manusia menjadi aus dan menderita. Cobalah ketika kita diterpa oeleh kesibukan, kita renungkan sejenak apakah kita hidup hanya didalam baying-bayang kesibukan yang tak ada abisnya. Tanyakan di dalam relung hati kita benarkah kesibukan ini menjadi kebutuhan kita. Kita kesibukan melanda kita perlus ejenak datang kepada Tuhan kita menjadi perhentian kita, menjadi oase yang menyegarkan batin kita. Jangan biarkan kesibukan membuat kita aus meski hidup tak akan pernah lepas dari kesibukan….

Sabtu, 01 Mei 2010

PELAJARAN DARI ALBERT EINSTEIN

Pastinya anda sudah tahu Einstein kan? Dia adalah ilmuwan terbesar pada jamannya, lebih tepatnya pada abad 20 tersebut. Atau lebih jelasnya anda bisa membaca artikel tentang Profil Albert Einstein. Dia memberi kita teori fisika yang sangat fenomenal yaitu teori relativitas atau kenisbian. Tapi apakah anda tahu ketika bahwa ilmuwan sekaliber Albert Einstein memiliki beberapa catatan tentang kekuranggannya.
Inilah beberapa hal yang tidak banyak diketahui tentang Albert Einstein:

1. Ketika Einstein lahir ia seorang bayi yang gemuk dan berekepala besar, (ibunya sampai-sampai menyangka ia cacat).

2. Einstein ketika masih kanak-kanak susah sekali berbicara, (Sebagai anak kecil ia susah sekali berbicara, kalau berbicara ia sangat lamabat atau terbata-bata, ini berlanjut sampai ia berumur 9 tahun).

3. Einstein di inspirasi oleh sebuah kompas, ( Ketika Einstein berumur 5 tahun terbaring di tempat tidur karena sakit ayahnya memperlihatkan kepadanya sesuatu yang menyulut minatnya pada sains benda itu adalah: Kompas).

4. Einstein gagal ujian untuk masuk ke perguruan tinggi, Dalam tahun 1895, pada usia 17 tahun, Albert Einstein masuk ke Swiss Federal Polytechnical School(Eidgenössische Technische Hochschule atau ETH). Ia lulus ujian matematika dan pelajaran sains, tapi gagal di pelajaran lainnya (sejarah, bahasa, geografi, dll)!, pernah ia masuk ke sekolah perdagangan tapi akhirnya kembali lagi ke ETH setahun kemudian.

5. Einstein mempunyai anak terlarang atau HARAM!, (Pada tahun 80an surat-surat pribadi eisntein mengungkapkan sesuatu yang baru, yaitu ia memiliki anak haram dari sesama mantan siswi Mileva Marić).

6. Einstein Mempunyai hubungan yang buruk pada anak pertamanya, (Setelah perceraiannya dengan istrinya, hubungan Einstein dengan anaknya hans Albert menjadi layaknya batu, Hans mencela ayahnya karena setelah memenangkan hadiah nobel ia htidak peduli lagi pada istrinya , sehingga mantan istrinya mendaptkan kesulitan finansial).

7. Einstein Menikahi Gadis Muda, (Sesudah Einstein menceraikan Mileva (ketidaksetiaannya didaftar sebagai salah satu sebab untuk keretakan), dia segera menikahi sepupunya Elsa Lowenthal. Sebetulnya, Einstein juga mempertimbangkan menikah dengan Elsa’s (dari perkimpoian pertamanya) Ilse, tetapi dia berkeberatan)

8. Einstein, Pecinta Damai, tetapi mendesak FDR untuk membangun Bom Atom, (Hasilnya, 2 bom atom jatuh di hiroshima dan nagasaki).

9. Otak Einstein diawetkan di Guci selama 43 Tahun.

Jadi temen-teman semua yang merasa minder dengan keberadaan dirimu ingatlah bahwa no body perfect, yang terpenting adalah mensyukuri keberadaan kita, karena pasti di dalam keterbatasan kita, kita pasti memiliki nilai lebih. Ekplore segala kemmapuan kita sehingga kekurangan kita dapat tertutupi.Kuncinya adalah bersyukur dan terus mengekplorasi kemampuan kita.

source: http://megazoidpower.blogspot.com/2010/04/hal-aneh-mengenai-albert-einstein.html