ALOHA

Blog ini merupakan coretan dari berbagai permasalahan baik tentang iman, pandangan hidup, kumpulan bahan perkuliahan, masalah kesehatan dan masalah-masalah lain dalam kehidupan manusia. Blog ini hanyalah sebuah media untuk sharing tentang berbagai hal.


“Sometimes the questions are complicated and the answers are simple.”(Dr. Seuss)

Jumat, 15 Oktober 2010

Perlu Komunikasi Tepat Membangun Reputasi

Komunikasi yang tepat dan efektif diperlukan untuk membangun reputasi perusahaan. Hal ini akan tercapai melalui penerapan konsep kehumasan yang menyeluruh. Namun, fungsi humas sering tidak dianggap sebagai hal utama dalam manajemen.

Ketua Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia Muslim Basya menyatakan, dulu humas hanya menjalin hubungan dengan pemerintah. Seiring demokratisasi dan keterbukaan informasi, humas dituntut mampu berhubungan dengan pemerintah, media, dan komunitas.

Salah satu fungsi humas adalah mempertahankan reputasi chief executive officer (CEO) dan sebagai saluran untuk menyampaikan pesan kepada para pemangku kepentingan. Karena itu, profesi humas harus bisa sejajar dengan eksekutif lain. ”Kami sering berhadapan dengan CEO yang menganggap reputasi bukan urusan langsung pimpinan perusahaan,” ujarnya.

Presiden terpilih Asosiasi Hubungan Masyarakat Internasional (IPRA) Elizabeth Goenawan Ananto menambahkan, humas harus mengetahui bagaimana berkomunikasi secara efektif pada waktu tepat. ”Target humas adalah kampanye untuk mengubah sikap publik dari peduli, percaya, jadi perilaku,” ujarnya.

Konsep menyeluruh

CEO Kompas Gramedia Agung Adiprasetyo menyatakan, humas seharusnya memiliki konsep yang utuh dan menyeluruh. Jadi, tidak sebatas menjalin hubungan dengan media, tetapi juga punya konsep tentang apa yang hendak disampaikan kepada khalayak tentang perusahaannya.

Agar pesan bisa sampai kepada masyarakat, humas harus memahami media dan mempelajari siapa sasaran khalayak. Humas juga bisa memanfaatkan media internet untuk menjalankan konsepnya serta pandai memanfaatkan momentum untuk membangun citra perusahaan.

Tantangan ke depan adalah bagaimana humas bisa mengelola etos dan etika dalam kehidupan sehari-hari menghadapi perubahan. Dengan kuatnya arus politik saat ini, kalangan humas juga perlu mempelajari situasi politik nasional agar bisa membuat langkah tepat dalam menjalankan fungsinya.

Sumber: Kompas.com

Tidak ada komentar: